Penulis: Gunawati

Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Ledakan dahsyat mengguncang permukiman di Pardisan, Qom, Iran. Internationalmedia.co.id melaporkan sedikitnya tujuh orang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut. Insiden ini menimbulkan spekulasi, mengingat ketegangan geopolitik yang masih tinggi di kawasan tersebut. Sumber anonim yang dikutip kantor berita Fars, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, menyebutkan ledakan bukan berasal dari serangan militer Israel. Direktur pemadam kebakaran Qom menyatakan empat unit hunian rusak akibat ledakan yang diduga kuat disebabkan kebocoran gas. Investigasi lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti insiden ini. Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id Peristiwa ini terjadi di tengah sisa-sisa ketegangan pasca perang singkat antara Iran dan Israel. Perang…

Read More

Serangan rudal Israel yang menewaskan sedikitnya delapan warga Palestina, sebagian besar anak-anak, di Jalur Gaza telah memicu kecaman internasional. Internationalmedia.co.id melaporkan, insiden memilukan ini terjadi pada Minggu (13/7) saat anak-anak sedang mengambil air di sebuah titik distribusi air di kamp pengungsi Nuseirat. Lebih dari selusin lainnya mengalami luka-luka dalam serangan tersebut. Militer Israel, dalam keterangannya kepada Reuters, mengklaim serangan tersebut merupakan kesalahan teknis. Mereka menyatakan bahwa rudal yang diluncurkan sebenarnya menargetkan seorang militan Jihad Islam, namun mengalami malfungsi dan meleset hingga “puluhan meter” dari target yang dituju. Pihak militer menyatakan penyesalan atas jatuhnya korban sipil dan menyebut insiden tersebut sedang…

Read More

Internationalmedia.co.id memberitakan, Presiden Kamerun, Paul Biya, yang berusia 92 tahun, mengejutkan banyak pihak dengan mengumumkan pencalonannya untuk periode kedelapan sebagai presiden dalam pemilihan presiden Oktober mendatang. Pengumuman ini disampaikan melalui media sosial X, dalam bahasa Prancis dan Inggris. "Saya adalah kandidat untuk pemilihan presiden 12 Oktober 2025. Yakinlah bahwa tekad saya untuk melayani Anda sepadan dengan tantangan berat yang kita hadapi," tulisnya. Biya, yang telah berkuasa hampir 43 tahun, menambahkan, "Bersama-sama, tidak ada tantangan yang tidak dapat kita hadapi. Yang terbaik masih akan datang." Langkah Biya ini memicu perdebatan luas. Usia dan kondisi kesehatannya menjadi sorotan utama. Beberapa pendukung lama…

Read More

Lebih dari 1300 pegawai Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat terkena imbas kebijakan pemangkasan besar-besaran yang diprakarsai Presiden Donald Trump. Internationalmedia.co.id melaporkan, kabar pemecatan massal ini mengejutkan banyak pihak dan memicu kekhawatiran akan melemahnya pengaruh AS di kancah internasional. Insiden yang terjadi Jumat (11/7) waktu setempat itu meninggalkan suasana haru biru di kantor pusat Deplu di Washington. Para diplomat dan staf lainnya terlihat bertepuk tangan, bahkan ada yang meneteskan air mata, saat rekan-rekan mereka meninggalkan gedung sambil membawa kardus berisi barang-barang pribadi. Menurut keterangan resmi, sebanyak 1.107 pegawai negeri sipil dan 246 pegawai diplomatik Dinas Luar Negeri terkena dampak kebijakan…

Read More

Internationalmedia.co.id melaporkan tragedi kemanusiaan yang pilu dari Jalur Gaza. Hampir 800 warga Palestina tewas dalam enam minggu terakhir saat berupaya mendapatkan bantuan makanan, menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Angka tersebut bertambah setelah sepuluh warga Palestina ditembak mati pada Jumat (11/7) waktu setempat saat mengantre di titik distribusi bantuan. Insiden memilukan ini terjadi setelah Israel melonggarkan blokade bantuan pada akhir Mei. Namun, alih-alih meringankan penderitaan, muncul Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), sebuah organisasi baru yang didukung AS dan Israel, yang menggantikan jaringan bantuan PBB. PBB sendiri menolak bekerja sama dengan GHF karena khawatir lembaga tersebut dimanfaatkan untuk tujuan militer Israel. Gambar Istimewa…

Read More