Internationalmedia.co.id memberitakan, Presiden Kamerun, Paul Biya, yang berusia 92 tahun, mengejutkan banyak pihak dengan mengumumkan pencalonannya untuk periode kedelapan sebagai presiden dalam pemilihan presiden Oktober mendatang. Pengumuman ini disampaikan melalui media sosial X, dalam bahasa Prancis dan Inggris. "Saya adalah kandidat untuk pemilihan presiden 12 Oktober 2025. Yakinlah bahwa tekad saya untuk melayani Anda sepadan dengan tantangan berat yang kita hadapi," tulisnya. Biya, yang telah berkuasa hampir 43 tahun, menambahkan, "Bersama-sama, tidak ada tantangan yang tidak dapat kita hadapi. Yang terbaik masih akan datang."
Langkah Biya ini memicu perdebatan luas. Usia dan kondisi kesehatannya menjadi sorotan utama. Beberapa pendukung lama bahkan mulai menjauh, ditandai dengan dua pembelotan besar dalam beberapa minggu terakhir. Issa Tchiroma Bakary, mantan Menteri Ketenagakerjaan, mengucapkan selamat tinggal pada pemerintahan dan akan maju sebagai kandidat dari Front Keselamatan Nasional Kamerun (FSNC). Bello Bouba Maigari, mantan Perdana Menteri dan sekutu Biya selama hampir 30 tahun, juga ikut meramaikan bursa calon presiden lewat partai Persatuan Nasional untuk Demokrasi dan Kemajuan (NUDP).

Baik Tchiroma maupun Maigari berasal dari partai yang sebelumnya beraliansi dengan partai pimpinan Biya, Gerakan Demokratik Rakyat Kamerun (CPDM), yang telah berkuasa sejak kemerdekaan Kamerun pada 1960. Pendaftaran calon presiden sendiri akan ditutup pada 21 Juli. Di tengah situasi ini, oposisi Kamerun yang terpecah-belah menghadapi tantangan besar untuk menyatukan kekuatan, meskipun sentimen publik kritis terhadap pemerintahan Biya. Keluhan masyarakat meliputi tingginya angka pengangguran, kenaikan harga, buruknya layanan publik, dan konflik separatis di wilayah berbahasa Inggris. Akankah Biya kembali berjaya? Kita tunggu hasil pemilihannya.