Internationalmedia.co.id – News – Seorang diplomat senior Rusia, Mikhail Ulyanov, secara tegas menyerukan Amerika Serikat untuk meninggalkan taktik pemerasan dan ultimatum dalam setiap upaya negosiasi dengan Iran. Ulyanov menekankan bahwa pendekatan yang mengandalkan ancaman tidak akan pernah berhasil menghadapi Republik Islam tersebut.
Melalui platform X, Ulyanov mengkritik kebiasaan AS yang selalu bernegosiasi dari posisi superior, seringkali diiringi ancaman penggunaan kekuatan militer atau pengetatan sanksi ekonomi. "Jelas bahwa skema ini tidak berhasil dengan Iran," tulisnya, seperti dikutip dari Aljazeera baru-baru ini. Ia menambahkan, "Cara terbaik bagi AS dalam keadaan saat ini adalah dengan meninggalkan semua elemen posisinya yang tampak seperti pemerasan, ultimatum, dan tenggat waktu."

Pernyataan keras dari Rusia ini muncul di tengah ketidakpastian konflik antara AS, yang bersekutu dengan Israel, dan Iran. Sebelumnya, rencana kunjungan utusan khusus Presiden AS Donald Trump ke Islamabad, Pakistan, untuk putaran kedua perundingan damai dengan Iran, telah dibatalkan.
Gedung Putih sebelumnya mengumumkan bahwa utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dijadwalkan menuju ibu kota Pakistan untuk "pembicaraan langsung" yang diharapkan dapat "mendorong kemajuan menuju kesepakatan." Namun, Trump kemudian secara pribadi mengumumkan pembatalan perjalanan tersebut kepada Fox News. "Kami memegang semua kendali. Mereka bisa menghubungi kami kapan saja, tetapi tidak perlu lagi melakukan penerbangan 18 jam hanya untuk duduk dan membicarakan hal yang tidak menghasilkan apa-apa," ujar Trump, mengutip pernyataannya kepada timnya.
Pembatalan ini terjadi setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyelesaikan kunjungan diplomatiknya di Islamabad. Selama di Pakistan, Araghchi bertemu dengan tokoh-tokoh kunci mediasi seperti Panglima Militer Pakistan Asim Munir, Perdana Menteri Shehbaz Sharif, dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar. Setelah itu, Araghchi segera bertolak menuju Rusia untuk melanjutkan diskusi mengenai gencatan senjata dan situasi terkini Iran dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan geopolitik terkini, saksikan tayangan langsung di internationalmedia.co.id.