Seorang pria bernama Perubahan Gulo (PG) melaporkan insiden mengerikan yang dialaminya kepada Polresta Tangerang. Ia menuduh bos dan beberapa rekan kerjanya melakukan penganiayaan berat, penyekapan, hingga pelecehan seksual di sebuah rumah di Panongan, Kabupaten Tangerang. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, peristiwa tragis ini terjadi setelah PG menyatakan niatnya untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya di sebuah koperasi simpan pinjam atau yang dikenal sebagai ‘bank keliling’.
Menurut keterangan kuasa hukum korban, Risman Harefa, kejadian bermula pada Selasa (28/7) malam. Saat itu, kliennya, PG, mendatangi bosnya berinisial ED untuk menyampaikan niatnya berhenti bekerja. PG merasa ada ketidakberesan dalam operasional unit usaha koperasi atau bank keliling tempatnya bekerja. Namun, bukannya mendapatkan persetujuan, permintaan PG justru ditolak mentah-mentah. Bos ED bahkan menahan PG, mencegahnya untuk pulang.

Situasi semakin memburuk sekitar pukul 23.00 WIB. Lima rekan kerja PG bergabung, dan di bawah pengaruh minuman keras, mereka mulai melakukan pengeroyokan terhadap PG. "Mereka melakukan penganiayaan, pengeroyokan terhadap klien kami secara bersama-sama," jelas Risman Harefa. Kekerasan brutal ini berlangsung selama lebih dari lima jam, hingga Rabu (29/7) dini hari sekitar pukul 04.30 WIB.
Selama penyekapan dan pengeroyokan tersebut, PG tak hanya dipukuli dan ditendang. Ia juga disundut rokok oleh para pelaku. Puncaknya, korban dipaksa melakukan masturbasi di bawah ancaman pisau. "Pemukulan, tendangan, penyekapan, diancam dengan pisau. Kalau tidak melakukan onani, diancam dengan pisau, akan dibunuh," ungkap Risman, menggambarkan kengerian yang dialami kliennya.
Setelah penyiksaan mereda menjelang pagi, sekitar pukul 04.30 WIB, PG dipindahkan ke sebuah rumah kontrakan yang berada di depan kantor koperasi. Para pelaku bermaksud kembali menyekap dan mengunci PG di sana. Namun, keberuntungan berpihak pada PG. Para penjaga yang kelelahan dan masih di bawah pengaruh alkohol akhirnya tertidur pulas. Kesempatan ini dimanfaatkan PG untuk melarikan diri melalui celah jendela.
Setelah berhasil kabur, PG segera mencari perlindungan kepada keluarganya dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisi PG sangat memprihatinkan; ia mengalami luka-luka serius, termasuk memar di sekujur tubuh dan tangan. Dokter bahkan menyatakan adanya potensi kecil pecah pembuluh darah di otak akibat hantaman yang diterimanya. Atas kejadian ini, kasus tersebut telah dilaporkan secara resmi ke Polresta Tangerang.
Risman Harefa menegaskan bahwa laporan yang diajukan mencakup dugaan pengeroyokan, penyekapan, dan pelecehan seksual. Lima orang telah dilaporkan terkait insiden keji ini, dan pihak kepolisian kini tengah mendalami kasus tersebut untuk menindaklanjuti laporan korban.
