Internationalmedia.co.id – News – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, bersama jajaran pimpinan lainnya, baru-baru ini melaksanakan ziarah ke makam Proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Sukarno, di Blitar, Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi tahunan MPR dalam menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI yang ke-81.
Rombongan MPR yang dipimpin Muzani tiba di Blitar pada Selasa (4/8/2026) untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Bapak Proklamator. Setelah dari Blitar, agenda ziarah akan dilanjutkan ke makam Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta, yang direncanakan pada Jumat (7/8) mendatang.

Muzani menjelaskan bahwa ziarah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud penghormatan mendalam atas jasa besar para pendiri bangsa. "Khususnya Bung Karno, yang perannya tak terpisahkan sebagai proklamator kemerdekaan, Presiden pertama, sekaligus penggagas dasar negara Pancasila," ujarnya. Ia menambahkan, "Kami berharap bangsa Indonesia senantiasa menghargai jasa setiap pahlawannya, menjadi bangsa yang bersyukur atas perjuangan para pendahulu, dan mampu memanfaatkan anugerah yang diberikan Tuhan melalui jasa-jasa mereka."
Lebih lanjut, Muzani menegaskan bahwa rangkaian ziarah ini juga membawa pesan krusial mengenai pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Ia mengingatkan bahwa Indonesia adalah "rumah bersama" yang harus tetap kokoh berdiri, terlepas dari segala perbedaan. "Indonesia adalah rumah bersama kita. Meskipun kita berbeda pandangan, berbeda latar belakang, bahkan mungkin berbeda pilihan politik, tetapi kita semua adalah keluarga besar bangsa Indonesia," tegas Muzani.
Persatuan, menurut Muzani, adalah modal utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Ia meyakini, selama seluruh elemen bangsa mampu menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong, Indonesia akan selalu mampu mengatasi segala rintangan. "Karena hanya dengan begitu, seberapa pun besar ujian yang dihadapi, selama kita bersatu, semuanya akan selamat," pungkasnya.
Muzani berharap tradisi ziarah kepada para pendiri bangsa ini dapat terus dilanjutkan di tahun-tahun mendatang. Hal ini penting sebagai pengingat abadi akan perjuangan para pahlawan, sekaligus untuk terus memperkuat semangat kebangsaan dan patriotisme menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
