Internationalmedia.co.id – Serangan Rusia ke Ukraina terus berlanjut, bahkan di tengah upaya negosiasi perdamaian. Kota Kharkiv menjadi sasaran serangan drone yang mematikan pada Minggu (23/11) waktu setempat, mengakibatkan empat orang tewas dan 17 lainnya mengalami luka-luka.
Wali Kota Kharkiv, Igor Terekhov, menyampaikan kabar duka tersebut melalui Telegram. "Saat ini, 17 orang diketahui terluka. Empat orang tewas," ujarnya, menggambarkan betapa mengerikannya situasi di lapangan. Terekhov mengecam serangan yang menyasar objek sipil, infrastruktur, dan bangunan tempat tinggal, menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Kepala administrasi militer regional Kharkiv, Oleg Synegubov, menyebut serangan itu sebagai serangan "besar-besaran". Layanan darurat melaporkan kebakaran dan kerusakan bangunan akibat serangan drone di dua distrik Kharkiv. "Tiga bangunan tempat tinggal dan sebuah fasilitas infrastruktur terbakar," demikian pernyataan mereka.
Serangan ini terjadi bersamaan dengan perundingan antara pejabat Amerika Serikat, Ukraina, dan Eropa di Jenewa, Swiss. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dan kepala delegasi Ukraina, Andriy Yermak, mengklaim bahwa perundingan tersebut telah mencapai kemajuan.
Namun, di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan tenggat waktu hingga 27 November kepada Ukraina untuk menyetujui rencana perdamaian kontroversialnya. Rencana tersebut, yang berisi 28 poin, mengharuskan Ukraina untuk menyerahkan sebagian wilayah ke Rusia, memangkas kekuatan militernya, dan berjanji untuk tidak bergabung dengan NATO. Pemerintah Ukraina menginginkan perubahan pada draf kesepakatan tersebut.
