Internationalmedia.co.id – Junta militer Myanmar baru-baru ini melakukan penggerebekan besar-besaran terhadap markas sindikat penipuan online yang beroperasi di wilayah perbatasan dengan Thailand. Operasi ini mengungkap data yang mencengangkan, dengan ribuan warga negara asing (WNA) ditangkap dan kerugian korban mencapai puluhan miliar dolar AS.
Dalam laporan yang dirilis oleh media pemerintah The Global New Light of Myanmar, disebutkan bahwa hampir 1.600 WNA ditangkap dalam operasi yang berlangsung selama lima hari. Mereka diduga terlibat dalam aktivitas penipuan online yang menargetkan pengguna internet melalui modus asmara dan bisnis palsu.

Markas sindikat ini berlokasi di kompleks Shwe Kokko, wilayah perbatasan Myanmar-Thailand yang rawan konflik. Selain menangkap ratusan pelaku, pihak berwenang juga menyita ribuan komputer, ponsel, receiver satelit Starlink, router, dan berbagai peralatan lain yang digunakan dalam aktivitas ilegal tersebut.
Video yang beredar menunjukkan alat berat menghancurkan ratusan monitor komputer dan tumpukan ponsel di kompleks Shwe Kokko. Tindakan ini menjadi simbol komitmen junta militer Myanmar dalam memberantas kejahatan siber.
Meskipun junta militer Myanmar sebelumnya dituduh membiarkan pertumbuhan industri penipuan ini, mereka kini menunjukkan tindakan tegas. Sejak Februari lalu, setelah mendapat tekanan dari China, mereka secara berkala mengumumkan penindakan keras terhadap sindikat penipuan online.
Operasi penggerebekan ini diyakini sebagai respons atas tekanan dari Beijing, tanpa terlalu merugikan sekutu milisi junta Myanmar. Hasil investigasi internationalmedia.co.id sebelumnya juga mengungkap bahwa receiver Starlink banyak digunakan di markas-markas scam online. Perusahaan Elon Musk bahkan telah menonaktifkan ribuan perangkat Starlink di sekitar lokasi yang diduga menjadi markas scam online di Myanmar.
Sejak kudeta tahun 2021, wilayah perbatasan Myanmar menjadi surga bagi markas-markas scam dan judi online. Para analis menyebutkan bahwa aktivitas ini dikelola oleh ribuan pekerja sukarela dan korban perdagangan manusia dari luar negeri.
