Internationalmedia.co.id – News – Setiap orang tua pasti mendambakan tumbuh kembang optimal bagi buah hatinya. Namun, realitasnya, perjalanan ini seringkali diwarnai berbagai tantangan. Salah satu persoalan umum yang kerap membuat orang tua cemas adalah fenomena Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada anak. Ketika anak mengalami GTM, mereka cenderung menolak makanan dengan beragam cara, mulai dari mengatupkan bibir rapat, memalingkan muka, hingga memuntahkan kembali apa yang sudah masuk ke mulut. Kecemasan ini nyata dirasakan oleh banyak ibu, termasuk Nova, seorang peserta dalam program edukatif "Gerakan Makan Tanpa Drama" yang diinisiasi oleh Sakatonik Curcuma.
Nova, ibu dari seorang balita berusia 3 tahun, mengungkapkan kekhawatirannya yang mendalam saat anaknya mengalami GTM. Ia merasa cemas akan asupan nutrisi dan perkembangan sang buah hati, terutama ketika anak sama sekali tidak menyentuh hidangan utama yang telah disiapkan. "GTM itu sungguh membuat pikiran kalut. Apalagi kalau anak sampai tidak mau makan sama sekali," tutur Nova kepada internationalmedia.co.id saat ditemui di Stadion Heroic, Serang, Banten, pada Selasa (28/7/2026) lalu. Untuk mengatasi masalah ini, Nova berbagi strateginya. Ia seringkali berkreasi dengan menyajikan menu makanan yang lebih beragam dan menarik. Tujuannya jelas, agar sang anak tidak jenuh dengan sajian yang itu-itu saja, mengingat kebosanan kerap menjadi pemicu utama GTM. "Kami berusaha mengubah menu agar lebih bervariasi, supaya anak tidak cepat bosan," imbuhnya.

Selain modifikasi menu, Nova juga mengandalkan suplemen multivitamin seperti Sakatonik untuk membantu meningkatkan selera makan anaknya. Ia meyakini bahwa asupan tambahan tersebut cukup efektif dalam memperbaiki nafsu makan sang buah hati. "Saya juga memberikan Sakatonik kepada anak. Cukup membantu untuk menambah nafsu makannya," ujarnya.
Menanggapi fenomena GTM dan kekhawatiran orang tua, Irwan Wijaya, Group Head of Marketing & Consumer Insights Kalbe Consumer Health, menjelaskan bahwa inisiatif "Gerakan Makan Tanpa Drama" merupakan bagian dari komitmen Kalbe untuk mengedukasi masyarakat tentang krusialnya pemenuhan nutrisi seimbang selama periode tumbuh kembang anak. "Berdasarkan riset yang kami lakukan, terungkap bahwa masih banyak orang tua yang menghadapi kesulitan dalam menciptakan pengalaman makan yang menyenangkan bagi anak-anak mereka, terutama karena masalah nafsu makan yang cenderung menurun," papar Irwan.
Irwan berharap, melalui kampanye yang berkelanjutan ini, permasalahan "drama anak susah makan" dapat diminimalisir, sehingga setiap anak dapat mencapai potensi tumbuh kembangnya secara maksimal. "Sebagai perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia, Kalbe Farma, melalui produk unggulan Sakatonik Curcuma Madu, berkomitmen untuk terus menyelenggarakan edukasi berkelanjutan melalui kampanye Gerakan Makan Tanpa Drama ini," pungkas Irwan, menegaskan dedikasi perusahaan.
