Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggegerkan publik dengan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Muara Enim, Sumatera Selatan. Dalam operasi senyap tersebut, Bupati Muara Enim, Edison, dikabarkan turut diamankan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, penangkapan ini sontak menjadi sorotan, mengingat Edison baru menjabat kurang dari setahun.
Konfirmasi mengenai penangkapan ini datang langsung dari Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, pada Senin (8/6/2026). "Benar," ujarnya singkat saat dimintai keterangan oleh internationalmedia.co.id. Namun, hingga berita ini diturunkan, KPK belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai siapa saja pihak lain yang turut diamankan, serta kasus spesifik yang menjerat orang nomor satu di Muara Enim tersebut.

Sosok Edison yang kini menjadi perhatian publik ini dikenal sebagai politikus yang diusung Partai NasDem dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) periode 2024-2029. Ia berpasangan dengan Sumarni, seorang politikus senior dari PDI Perjuangan. Keduanya resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim pada 20 Februari 2025, yang berarti masa jabatannya belum genap setahun saat operasi KPK ini terjadi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun internationalmedia.co.id dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Edison lahir di Banuayu, Muara Enim, pada 6 Maret 1968. Perjalanan pendidikannya dimulai dari SDN 1 Banuayu pada tahun 1981, kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Lubuklinggau pada tahun 1984, dan menamatkan pendidikan menengah atas di SMAN 1 Lubuklinggau pada tahun 1987. Gelar Sarjana Hukum diraihnya dari Universitas Sumatera Utara pada tahun 1992, sebelum melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Sriwijaya yang diselesaikannya pada tahun 2002.
Sebelum terjun ke dunia politik, Edison memiliki rekam jejak karier yang cukup panjang di lingkungan Badan Pertanahan Nasional (BPN) sejak tahun 1995. Jabatan terakhir yang diembannya sebelum menjadi bupati adalah Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan di Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan, menunjukkan pengalamannya yang mendalam di bidang pertanahan.
Penangkapan Edison oleh KPK ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat Muara Enim dan publik luas. Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berlangsung, dan publik menantikan penjelasan resmi dari KPK mengenai detail kasus yang menjerat Bupati Muara Enim ini.
