Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengeluarkan peringatan keras yang mengguncang stabilitas kawasan Teluk. Dalam pernyataannya, Khamenei menegaskan bahwa Iran memiliki kapabilitas untuk menenggelamkan kapal-kapal perang Amerika Serikat yang ditempatkan di wilayah strategis tersebut. Peringatan ini muncul di tengah peningkatan kekuatan militer AS dan tekanan Presiden Donald Trump terhadap program nuklir Iran. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa ancaman ini disampaikan pada hari Selasa waktu setempat, menyusul eskalasi ketegangan antara kedua negara.
Ketegangan antara Washington dan Teheran semakin memuncak setelah Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklir Iran. Di sisi lain, Iran menuntut pencabutan sanksi ekonomi yang melumpuhkan negaranya. Meskipun demikian, upaya diplomatik melalui mediasi Oman masih berlangsung, dengan delegasi kedua negara terlihat meninggalkan lokasi pembicaraan di kediaman duta besar Oman pada Selasa sore.

"Kami terus mendengar tentang pengiriman kapal perang ke arah Iran. Kapal perang memang senjata berbahaya, namun yang lebih berbahaya adalah kemampuan untuk menenggelamkannya," tegas Khamenei dalam pidatonya, seperti dilansir Al Arabiya. Ia menambahkan dengan keyakinan bahwa Presiden Trump tidak akan berhasil menghancurkan Republik Islam Iran.
Sebelumnya, Trump telah berulang kali memperingatkan konsekuensi serius jika Teheran gagal mencapai kesepakatan, bahkan mengancam intervensi militer, awalnya terkait tindakan keras terhadap demonstran dan kemudian program nuklir Iran. Washington telah mengerahkan dua kapal induk ke wilayah tersebut. Kapal induk pertama, USS Abraham Lincoln, beserta hampir 80 pesawat militer, dilaporkan berada sekitar 700 kilometer dari pantai Iran pada Minggu lalu, berdasarkan citra satelit. Pengiriman kapal induk kedua dilakukan pada akhir pekan lalu sebagai bagian dari peningkatan tekanan Trump.
"Saya rasa mereka tidak ingin menanggung konsekuensi jika tidak mencapai kesepakatan," kata Trump kepada wartawan sebelum pembicaraan. Namun, pemerintah Iran bersikeras bahwa pembicaraan harus dibatasi pada isu nuklir, meskipun Washington sebelumnya mendorong pembahasan topik lain seperti program rudal balistik dan dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata di kawasan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, pada Selasa menegaskan bahwa pencabutan sanksi harus menjadi bagian integral dari kesepakatan apa pun.

