Badai musim dingin yang melumpuhkan Amerika Serikat telah menelan korban jiwa sedikitnya 30 orang. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, jutaan warga AS kini berjuang menghadapi suhu di bawah titik beku dan pemadaman listrik meluas akibat terjangan cuaca ekstrem ini.
Sejak Senin (26/1) hingga Selasa (27/1/2026), badai ini terus menambah tumpukan salju di wilayah timur laut dan menyelimuti selatan dengan lapisan es tebal. Salju setebal lebih dari 30 sentimeter membentang sepanjang 2.100 kilometer, dari Arkansas hingga New England, menghentikan lalu lintas, memicu pembatalan ribuan penerbangan, dan meliburkan sekolah di banyak wilayah.

Badan Layanan Cuaca Nasional (NWS) mencatat, beberapa area di utara Pittsburgh, Pennsylvania, bahkan diselimuti salju hingga 50 sentimeter, dengan angin dingin yang membuat suhu terasa hingga minus 31 derajat Celsius. NWS juga memprediksi udara Arktik baru akan mempertahankan suhu beku ini, menunjukkan bahwa kondisi ekstrem belum akan mereda dalam waktu dekat.
Korban jiwa tersebar di berbagai negara bagian. Dua orang tewas tertabrak kendaraan pembersih salju di Norwood, Massachusetts, dan Dayton, Ohio. Empat kematian lainnya dilaporkan di Arkansas dan Texas, termasuk remaja yang tewas dalam kecelakaan seluncur salju di masing-masing negara bagian. Di Emporia, Kansas, seorang guru berusia 28 tahun ditemukan tewas terkubur salju setelah terakhir terlihat meninggalkan bar tanpa mengenakan mantel dan tidak membawa ponselnya.
New York City menjadi salah satu titik terparah, dengan kantor Wali Kota Zohran Mamdani mengonfirmasi delapan orang ditemukan tewas di luar ruangan selama akhir pekan, antara Sabtu (24/1) hingga Senin (26/1) pagi, akibat suhu yang anjlok drastis. Penyebab pasti kematian mereka masih dalam penyelidikan otoritas setempat.
Selain itu, empat kematian tercatat di Tennessee, masing-masing tiga di Louisiana dan Pennsylvania, dua di Mississippi, serta masing-masing satu di New Jersey dan South Carolina. Total 30 nyawa melayang menjadi pengingat brutal akan bahaya badai musim dingin yang melanda dua pertiga wilayah AS ini.
Dampak badai tidak hanya pada korban jiwa. Menurut poweroutage.com, lebih dari 560.000 rumah dan bisnis mengalami pemadaman listrik, sebagian besar di wilayah selatan AS, hingga Senin (26/1) malam. Sektor transportasi juga lumpuh, dengan lebih dari 11.000 penerbangan mengalami penundaan dan pembatalan di seluruh wilayah AS pada hari yang sama, seperti dilaporkan internationalmedia.co.id.
