Internationalmedia.co.id – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memberikan tanggapan yang tenang atas pernyataan pedas mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang menuding Ukraina tidak tahu berterima kasih terkait usulan rencana perdamaian dengan Rusia.
Trump sebelumnya melontarkan kritikan tajam setelah Zelensky menolak mentah-mentah rencana perdamaian yang diinisiasi AS. Rencana 28 poin tersebut dinilai terlalu menguntungkan Moskow, termasuk tuntutan agar Kyiv menyerahkan sebagian wilayahnya. Trump bahkan menyebut kepemimpinan Ukraina tidak menghargai upaya AS, meskipun bantuan senjata terus mengalir ke negara tersebut.

Melalui unggahan di Telegram, Zelensky menegaskan bahwa Ukraina sangat berterima kasih kepada AS, khususnya kepada Trump, atas bantuan yang telah diberikan. Ia mencontohkan bantuan rudal Javelin yang telah menyelamatkan nyawa banyak warga Ukraina.
"Ukraina berterima kasih kepada Amerika Serikat, kepada setiap hati warga Amerika, dan khususnya kepada Presiden Trump atas bantuan, yang dimulai dengan (rudal) Javelin, yang telah menyelamatkan nyawa warga Ukraina," ujar Zelensky.
Zelensky juga menyampaikan apresiasi kepada negara-negara Eropa, G7, dan G20 atas dukungan mereka. Ia menekankan pentingnya menjaga dukungan internasional demi mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
"Inilah sebabnya kami bekerja dengan sangat hati-hati di setiap poin, setiap langkah menuju perdamaian. Semuanya harus dikerjakan dengan benar agar kita benar-benar dapat mengakhiri perang ini dan mencegah perang terulang kembali," imbuhnya.
Sebelumnya, pejabat Ukraina, AS, dan Eropa telah bertemu di Jenewa, Swiss, untuk membahas rencana perdamaian yang diusulkan Washington. Rencana tersebut mengharuskan Ukraina menyerahkan sebagian wilayah timurnya kepada Rusia, mengurangi kekuatan militernya, dan berjanji tidak akan bergabung dengan NATO.
