Jagat maya baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya sebuah foto yang menampilkan seorang wanita paruh baya tampak berpartisipasi dalam kegiatan ronda malam di sebuah poskamling. Lokasi kejadian teridentifikasi di Desa Watuagung, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Menanggapi viralnya foto tersebut, Kepala Desa Watuagung akhirnya angkat bicara memberikan klarifikasi. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, penjelasan dari pihak desa diharapkan dapat meluruskan kesalahpahaman yang beredar.
Didik Hariyanto, Kepala Desa Watuagung, membenarkan bahwa sosok wanita dalam foto yang viral tersebut adalah warganya. Wanita berinisial En, berusia 53 tahun, berasal dari Dusun Watuagung, Desa Watuagung. Namun, Didik menegaskan bahwa narasi yang beredar luas di internet tidak sepenuhnya akurat. "Begitu kabar ini mencuat dan menjadi perbincangan, saya segera melakukan klarifikasi langsung kepada ketua RT setempat dan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ronda malam itu," ujar Didik, seperti dikutip dari internationalmedia.co.id. Ia ingin mendapatkan penjelasan dari kedua belah pihak yang terlibat langsung.

Menurut Didik, hasil klarifikasi menunjukkan adanya kesepakatan bersama di tingkat RT. Setiap rumah tangga atau Kepala Keluarga (KK) memiliki jadwal piket ronda demi menjaga keamanan lingkungan. Kesepakatan ini dibuat untuk memastikan keamanan di desa yang terletak di lereng Gunung Arjuno tersebut tetap terjaga.
Didik lebih lanjut menjelaskan bahwa En tidak sendirian saat itu. Wanita paruh baya tersebut sebenarnya menggantikan anak-anaknya yang seharusnya mendapat giliran piket. Ini adalah inisiatif En sendiri untuk memastikan kewajiban ronda keluarganya tetap terpenuhi. Bahkan, Didik menyebutkan bahwa dalam foto viral tersebut, terlihat bagian kaki perempuan lain yang ikut serta, namun gambar tersebut dipotong. "Nanti saya akan berikan foto lengkapnya," tambahnya, menegaskan bahwa En tidak bertugas sendirian.
Dengan demikian, Kades Watuagung berharap klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahpahaman yang beredar di masyarakat. Peristiwa ini mencerminkan semangat gotong royong warga Desa Watuagung dalam menjaga keamanan lingkungan mereka, di mana setiap anggota keluarga siap berkontribusi demi kepentingan bersama.
