Internationalmedia.co.id – Kabar duka menyelimuti Vietnam tengah setelah banjir dan hujan lebat selama sepekan terakhir merenggut nyawa sedikitnya 40 orang. Bencana ini diperparah dengan ancaman badai dahsyat yang akan segera menerjang wilayah yang sama.
Hujan deras yang tak henti-hentinya telah mengubah jalanan menjadi sungai, meluapkan sungai, dan menenggelamkan situs-situs bersejarah yang menjadi kebanggaan negara. Ketinggian air mencapai 1,7 meter dalam waktu 24 jam, memecahkan rekor curah hujan nasional.

Korban jiwa tersebar di berbagai provinsi seperti Hue, Da Nang, Lam Dong, dan Quang Tri. Badan penanggulangan bencana setempat melaporkan enam orang masih dinyatakan hilang.
Cuaca ekstrem ini diperkirakan akan terus berlanjut dengan kedatangan Topan Kalmaegi yang diprediksi mendarat pada Jumat (7/11) dini hari. Vietnam memang rentan terhadap hujan lebat antara Juni dan September, namun perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia semakin memperparah frekuensi dan dampak cuaca ekstrem.
Topan Kalmaegi sendiri saat ini tengah melanda Filipina, menyebabkan sedikitnya dua orang tewas dan ratusan ribu lainnya mengungsi. Biro cuaca nasional memperingatkan bahwa badai ini dapat menghantam pantai Vietnam dengan kecepatan angin mencapai 166 kilometer per jam.
Hingga Selasa (4/11), hampir 80.000 rumah di Vietnam masih terendam banjir. Lebih dari 10.000 hektar lahan pertanian hancur dan lebih dari 68.000 ekor ternak mati, menambah penderitaan masyarakat yang terdampak.