Internationalmedia.co.id – Sebuah kejutan diplomatik terungkap: Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan diam-diam melakukan panggilan telepon dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pekan lalu. Pembicaraan yang tak terduga ini memicu spekulasi tentang kemungkinan pertemuan antara kedua pemimpin di tanah Amerika Serikat.
Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times, Jumat (28/11) waktu setempat, dan dilansir oleh AFP pada Sabtu (29/11/2025). Panggilan telepon ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan pemerintahan Trump terhadap Venezuela, termasuk pengerahan kekuatan militer besar-besaran di Karibia.

Meskipun Washington mengklaim operasi militer tersebut bertujuan untuk memberantas perdagangan narkoba, pemerintah Venezuela menuduh bahwa tujuan sebenarnya adalah penggulingan rezim. Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait laporan panggilan telepon ini. Namun, dilaporkan bahwa Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, juga terlibat dalam pembicaraan tersebut.
Sebelumnya, pasukan AS telah melancarkan serangkaian serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik timur. Serangan-serangan ini telah meningkatkan ketegangan regional.
Laporan tentang panggilan telepon Trump-Maduro ini muncul sehari setelah Trump mengumumkan rencana operasi untuk menghentikan perdagangan narkoba Venezuela melalui jalur darat, yang semakin memperkeruh hubungan dengan Caracas. "Anda mungkin memperhatikan bahwa orang-orang tidak ingin mengirimkan melalui laut, dan kita akan mulai menghentikan mereka melalui darat," ujar Trump.
