Sebuah insiden tawuran antarremaja mengguncang wilayah Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Minggu pagi pekan lalu. Peristiwa yang sempat menimbulkan keresahan ini ternyata berawal dari hal sepele yang kemudian memanas di media sosial. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, pemicu utama keributan adalah aksi geber motor saat warga sedang mempersiapkan perayaan kemerdekaan.
Kapolsek Ciputat Timur, Bambang Askar Sodiq, menjelaskan bahwa tawuran tersebut melibatkan kelompok remaja dari Gang Nurul Huda dan Gang Swadaya. "Awalnya warga Swadaya itu informasinya mau memasang umbul-umbul untuk kemerdekaan. Ada motor yang nggak tahu motor siapa, nggak jelas juntrungannya, motor itu digeber-geber gitu. Nah, di situ emosilah, yang jadi pemantik," terang Bambang saat dikonfirmasi oleh internationalmedia.co.id baru-baru ini.

Namun, aksi geber motor itu hanyalah percikan awal. Menurut Bambang, api permusuhan semakin berkobar setelah kedua kelompok remaja tersebut saling memprovokasi melalui akun media sosial masing-masing. "Ditambah lagi dengan media sosial, masing-masing kelompok, geng itu, punya medsos. Nurul Huda sama itu punya medsos juga. Trigger-nya dari medsos, pancing-pancingannya dari sana. Saling postingan itu tadi, ada yang saling nantang, ada yang lewat DM juga," imbuhnya.
Menanggapi insiden tersebut, pihak kepolisian segera bertindak cepat. Bambang Askar Sodiq mengungkapkan bahwa jajarannya telah melakukan penyisiran intensif di lokasi kejadian selama tiga hari berturut-turut, dari Minggu hingga Selasa. Hasilnya, beberapa remaja yang diduga terlibat tawuran berhasil diamankan. Untuk mengantisipasi kejadian serupa dan menenangkan masyarakat, tiga posko pengamanan juga didirikan di sekitar lokasi.
Dalam kesempatan yang sama, Bambang juga meluruskan kesalahpahaman terkait video viral yang menampilkan sekelompok orang bertopeng dan menimbulkan narasi teror di masyarakat. Ia menegaskan bahwa sosok yang terlihat bertopeng itu sebenarnya adalah para remaja yang mengenakan helm dan masker sebagai pelindung diri. "Bukan teror. Ini saya sampaikan biar clear, biar tidak ada ketakutan masyarakat ada teror. Bukan. Itu anak-anak, itu helm. Biar nggak terkena, tapi penampilannya menggunakan itu helm. Ada helm, ada masker juga. Kita kan ngamankan," jelasnya, memastikan tidak ada ancaman teror di wilayah tersebut.
