Ketapang – Sebuah kabar memilukan datang dari Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, ketika seekor orangutan jantan dewasa ditemukan tak berdaya di tengah perkebunan sawit warga. Orangutan bernama Sampurna ini diduga kuat menjadi korban paparan asap pekat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, penemuan ini memicu respons cepat dari tim konservasi.
Sampurna ditemukan warga Desa Laman Satong sekitar pukul 06.00 WIB pada Minggu (30/8). Kondisinya sangat memprihatinkan, terkapar lemas dan nyaris tak sadarkan diri. Laporan cepat dari masyarakat segera ditindaklanjuti oleh tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI). Sarbandi, Staf SKW I Ketapang BKSDA Kalbar, mengungkapkan keprihatinannya. "Pagi tadi kami menerima informasi dari masyarakat mengenai keberadaan orangutan di sekitar perkebunan. Kami langsung melakukan pengecekan ke lapangan dan menemukan orangutan tersebut dalam kondisi lemas," ujarnya, seperti dilansir internationalmedia.co.id.

Dugaan awal mengarah pada dampak karhutla yang memaksa Sampurna bergeser dari habitat aslinya hingga masuk ke area perkebunan warga. Dokter hewan dari YIARI segera memberikan pertolongan pertama, termasuk bantuan oksigen dan infus, mengingat orangutan tersebut mengalami gangguan pernapasan yang serius. Dari pemeriksaan awal, tim medis tidak menemukan adanya luka terbuka maupun luka bakar pada tubuh Sampurna, namun fokus utama adalah pada sistem pernapasannya.
Komara, dokter hewan dari YIARI, menjelaskan bahwa paparan asap karhutla dapat memiliki dampak serius terhadap sistem pernapasan orangutan. "Kondisi Sampurna saat ini sangat mengarah pada dugaan gangguan akibat paparan asap," jelasnya. Ia menambahkan, "Kami masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui sejauh mana dampaknya terhadap kondisi kesehatannya dan organ vital lainnya."
Setelah mendapatkan penanganan awal yang krusial, Sampurna dievakuasi ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI yang berlokasi di Sungai Awan Kiri. Di sana, Sampurna akan menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Ini termasuk evaluasi mendalam untuk mendeteksi kemungkinan kerusakan atau gangguan pada paru-paru serta organ dalam lainnya yang mungkin terdampak parah akibat menghirup asap pekat.
