Internationalmedia.co.id – News – Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) kembali menggelar rapat koordinasi penting di Aceh. Pertemuan lanjutan ini melibatkan 14 kementerian dan lembaga, berfokus pada sinkronisasi data krusial untuk mempercepat upaya pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
Rapat yang berlangsung di Posko Pemulihan Pascabencana (Galapana), Aceh, pada Senin, 5 Januari 2026, membahas secara mendalam mekanisme pengumpulan, perumusan, dan pengolahan data serta laporan lapangan. Informasi vital ini bersumber dari berbagai pihak, termasuk relawan di garis depan, kementerian/lembaga terkait, hingga pemerintah daerah setempat. Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid, memimpin jalannya rapat yang turut dihadiri oleh para Person in Charge (PIC) dari masing-masing kementerian/lembaga yang telah ditunjuk untuk bertugas langsung di Aceh.

TA Khalid menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi sebelumnya yang diadakan pada Selasa, 30 Desember, di Banda Aceh. Rapat terdahulu tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, bersama sejumlah anggota DPR RI dan perwakilan kementerian/lembaga terkait, dengan agenda utama penanganan dan pemulihan dampak banjir, khususnya di Aceh.
"Para PIC yang hadir hari ini akan berperan sebagai penghubung utama antara kementerian/lembaga dengan Satgas DPR RI. Mereka akan bahu-membahu dalam menyusun dan mengimplementasikan langkah-langkah pemulihan pascabencana secara terpadu," ungkap TA Khalid. Ia menambahkan bahwa data yang berhasil dikumpulkan dan diolah akan menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan serta percepatan tindak lanjut pemulihan.
TA Khalid menegaskan komitmen Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI untuk terus mengawal koordinasi lintas sektor. Tujuannya adalah memastikan seluruh rekomendasi dan program pemulihan dapat segera terealisasi demi kesejahteraan masyarakat terdampak. "Dengan mulai beroperasinya 14 PIC kementerian/lembaga di Posko Galapana, kami berharap berbagai kendala di lapangan dapat segera teridentifikasi dan diselesaikan melalui koordinasi langsung yang efektif," jelasnya.
Pola kerja yang terintegrasi ini, menurut TA Khalid, diyakini akan menjadikan proses pemulihan pascabencana berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Ini adalah langkah konkret DPR RI dalam memastikan Aceh bangkit lebih kuat pascabencana.
