Internationalmedia.co.id memberitakan pernyataan mengejutkan Presiden AS Donald Trump yang menuduh mantan Presiden Barack Obama memimpin upaya kudeta terhadap dirinya. Tuduhan serius ini dilontarkan tanpa bukti yang jelas, dan Trump bahkan mendesak agar Obama diburu. Pernyataan kontroversial ini disampaikan Trump di Ruang Oval Gedung Putih, Selasa (22/7), saat menjawab pertanyaan wartawan terkait kasus Jeffrey Epstein.
Awalnya, Trump ditanya mengenai Epstein dan Ghislaine Maxwell. Namun, ia tiba-tiba mengalihkan fokus ke Obama, menyebut penyelidikan intelijen AS era Obama terhadap dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu 2016 sebagai "pengkhianatan". Trump yang berbicara di samping Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, menyatakan bahwa "perburuan penyihir yang seharusnya Anda bicarakan adalah mereka benar-benar menangkap basah Presiden Obama".

Trump mengklaim adanya bukti tak terbantahkan bahwa Obama berupaya melakukan kudeta, menambahkan bahwa "sudah waktunya untuk memburu orang-orang. Obama telah tertangkap basah… Perintahnya ada di atas kertas. Dokumennya sudah ditandatangani," tanpa memberikan detail lebih lanjut. Ancaman "konsekuensi yang sangat berat" pun dilontarkannya.
Tuduhan ini muncul di tengah tekanan dari pendukung konservatif Trump agar ia merilis lebih banyak informasi mengenai kasus Epstein, yang memicu teori konspirasi di kalangan pendukungnya. Pihak Obama menyebut tuduhan tersebut "konyol" dan "keterlaluan", menganggapnya sebagai upaya pengalihan isu yang lemah. Pernyataan resmi dari kantor Obama menegaskan bahwa klaim-klaim Trump tidak berdasar dan layak mendapat tanggapan. Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa biasanya kantor Obama tidak menanggapi informasi keliru dari Gedung Putih, namun kali ini, karena tuduhannya yang keterlaluan, maka perlu diberikan tanggapan. Pernyataan ini sekaligus membantah klaim Trump secara tegas.
