Internationalmedia.co.id – News – Sebuah serangan bom brutal telah mengguncang Kolombia, menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 38 lainnya, termasuk lima anak-anak. Insiden mematikan ini terjadi di jalan raya yang ramai di wilayah barat daya Kolombia, menjelang pemilihan presiden yang semakin dekat. Ledakan dahsyat tersebut merupakan bagian dari serangkaian serangan teror yang meningkat di negara tersebut, menurut laporan Internationalmedia.co.id – News.
Ledakan yang terjadi di Jalan Raya Pan-Amerika, tepatnya di sektor El Túnel, Cajibío, menciptakan pemandangan mengerikan. Sebuah kawah besar menganga di tengah jalan, sementara mobil, truk, dan bus hancur berserakan, tertutup debu dan puing. Jasad para korban terlihat di sekitar lokasi, menambah kengerian. Gubernur Cauca, Octavio Guzmán, dalam unggahan di X, menyatakan bahwa serangan ini adalah "serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil" menggunakan alat peledak.

Menanggapi situasi genting ini, Menteri Pertahanan Kolombia Pedro Sánchez segera tiba di lokasi untuk mengoordinasikan upaya penyelamatan. Otoritas juga segera membentuk dewan keamanan tingkat nasional guna menangani eskalasi serius ini. Guzmán secara tegas menyerukan "respons segera" terhadap "eskalasi terorisme" dan mendesak otoritas nasional untuk menjamin keamanan warga. Petugas Palang Merah terlihat sibuk beroperasi di sekitar kawah ledakan, memberikan pertolongan pertama.
Insiden di Cajibío bukanlah satu-satunya. Panglima Angkatan Bersenjata Kolombia, Hugo Alejandro López Barreto, mengonfirmasi adanya "gelombang serangan" kekerasan di beberapa wilayah lain, termasuk El Túnel, El Tambo, Caloto, Popayán, Guachené, Mercaderes, dan Miranda. Peningkatan kekerasan mematikan ini menandai kembalinya ketegangan yang signifikan di Kolombia.
Gelombang kekerasan ini secara signifikan meningkatkan ketegangan menjelang pemilihan presiden pada 31 Mei mendatang, di mana isu keamanan menjadi salah satu fokus utama kampanye. Senator sayap kiri Ivan Cepeda, yang dikenal sebagai arsitek kebijakan kontroversial Presiden Gustavo Petro dalam negosiasi dengan kelompok bersenjata, saat ini memimpin jajak pendapat. Ia diikuti oleh kandidat sayap kanan Abelardo de la Espriella dan Paloma Valencia. Tragedi ini dipastikan akan semakin memanaskan iklim politik dan perdebatan mengenai strategi keamanan nasional.
