Sebuah insiden mendebarkan menyelimuti acara makan malam jurnalis Gedung Putih, memaksa evakuasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump oleh Secret Service. Tak lama setelah kejadian tersebut, Trump melalui platform media sosialnya mengumumkan bahwa pelaku penembakan telah berhasil diamankan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa kejadian ini memicu kekhawatiran sesaat di Washington DC.
Insiden bermula ketika suara tembakan tiba-tiba terdengar di sekitar lokasi acara White House Correspondents’ Dinner. Tanpa menunda, tim Secret Service segera mengambil tindakan pengamanan, mengevakuasi Presiden Trump beserta Wakil Presiden JD Vance dari keramaian. Langkah cepat ini diambil untuk memastikan keselamatan para pejabat tinggi negara di tengah situasi yang belum jelas.

Melalui akun Truth Social pribadinya, Presiden Trump mengkonfirmasi penangkapan pelaku. Ia menulis, "Saya telah merekomendasikan agar kita ‘BIARKAN ACARA BERLANJUT’ tetapi, akan sepenuhnya mengikuti arahan Penegak Hukum." Trump juga mengungkapkan keinginannya agar acara tersebut dapat dilanjutkan, meskipun ia menyadari bahwa malam itu tidak berjalan sesuai rencana semula dan mungkin harus diulang di lain waktu.
Juru Bicara Dinas Rahasia AS, Anthony Guglielmi, memberikan konfirmasi resmi terkait penangkapan tersebut. Guglielmi menyatakan bahwa satu orang telah ditahan, meskipun detail mengenai identitas maupun kondisi individu tersebut belum dapat diungkapkan kepada publik. Ia menekankan bahwa "Presiden dan Ibu Negara aman bersama semua orang yang dilindungi," seraya menambahkan bahwa pihak berwenang sedang aktif melakukan penilaian terhadap situasi yang terjadi.
Insiden ini terjadi di tengah suasana formal White House Correspondents’ Dinner, sebuah acara tahunan yang mempertemukan presiden dengan para jurnalis. Meskipun sempat diwarnai ketegangan, pihak berwenang berhasil mengendalikan situasi dengan cepat, memastikan keselamatan para petinggi negara dan peserta acara.
