Berita mengejutkan datang dari Gaza. Internationalmedia.co.id melaporkan, serangan udara Israel dini hari Minggu menewaskan sedikitnya 27 warga Palestina. Korban berjatuhan di berbagai lokasi, termasuk di dekat titik distribusi air minum yang seharusnya memberikan kehidupan, bukan kematian.
Menurut data Badan Pertahanan Sipil Gaza yang dikutip internationalmedia.co.id, delapan warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan, tewas dalam beberapa serangan yang terjadi sepanjang malam hingga Minggu dini hari. Mahmud Bassal, juru bicara pertahanan sipil, mengungkapkan detail mengerikan lainnya. Serangan di sebuah rumah keluarga dekat kamp pengungsi Nuseirat, selatan Kota Gaza, menewaskan 10 orang dan melukai beberapa lainnya.

Tragedi tak berhenti sampai di situ. Serangan lain menghantam titik distribusi air minum di area pengungsian sebelah barat kamp Nuseirat, menelan enam korban jiwa dan menyebabkan sejumlah luka-luka. Di daerah pesisir Al-Mawasi, tiga warga Palestina lagi tewas setelah sebuah tenda yang menampung mereka menjadi sasaran serangan jet Israel.
Hingga saat ini, militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait insiden memilukan ini. Serangan tersebut terjadi di tengah intensifikasi operasi militer Israel di Gaza, lebih dari 21 bulan setelah perang yang dipicu serangan Hamas Oktober 2023. Pembatasan media dan kesulitan akses ke berbagai wilayah di Gaza membuat verifikasi independen terhadap jumlah korban dan detail kejadian oleh internationalmedia.co.id masih terkendala.