Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Serangan Rusia Picu Amarah Trump, Ancam Sanksi Baru
Trending Indonesia

Serangan Rusia Picu Amarah Trump, Ancam Sanksi Baru

GunawatiBy Gunawati08-09-2025 - 15.45Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Serangan Rusia Picu Amarah Trump, Ancam Sanksi Baru
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Serangan udara besar-besaran Rusia ke Ukraina membuat Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, geram. Internationalmedia.co.id melaporkan, Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi lebih banyak lagi terhadap Moskow sebagai respons atas serangan tersebut. Serangan yang terjadi Minggu dini hari (7/9) menewaskan sedikitnya empat orang dan merusak sejumlah bangunan pemerintahan di Kyiv, termasuk kompleks yang menampung kabinet menteri Ukraina.

"Saya tidak senang dengan seluruh situasi ini," kata Trump kepada wartawan, Senin (8/9), seperti dikutip internationalmedia.co.id. Ia menegaskan kesiapannya untuk memberikan sanksi tambahan kepada Rusia. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, pun mendesak AS untuk memberikan respons yang keras atas serangan tersebut. "Kami mengharapkan respons yang kuat dari Amerika. Itulah yang dibutuhkan," tegas Zelensky dalam pidatonya.

Serangan Rusia Picu Amarah Trump, Ancam Sanksi Baru
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Zelensky menyebut serangan Rusia sebagai upaya Putin untuk "menguji dunia". Serangan ini terjadi setelah pertemuan Trump dan Presiden Vladimir Putin di Alaska pada 15 Agustus lalu gagal menghasilkan kesepakatan gencatan senjata. Sejak pertemuan tersebut, serangan Rusia terhadap Ukraina justru semakin intensif.

Data dari Angkatan Udara Ukraina menunjukkan Rusia meluncurkan sedikitnya 810 drone dan 13 rudal ke wilayah Ukraina antara Sabtu tengah malam hingga Minggu dini hari. Rusia sendiri membantah menargetkan warga sipil, mengklaim menyerang pabrik dan pusat logistik di Kyiv. Namun, video yang diunggah Perdana Menteri Ukraina, Yulia Svyrydenko, menunjukkan kerusakan parah pada gedung pemerintahan. "Kami akan memulihkan gedung-gedung tersebut. Tetapi kami tidak bisa mengembalikan nyawa yang hilang," ujarnya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Peringatan Mengejutkan Trump Iran Dalam Bahaya

10-01-2026 - 23.00

Trump Bikin Dunia Bergetar Iran Korut Meksiko Greenland

10-01-2026 - 21.15

Iran Bergejolak Militer Turun Tangan

10-01-2026 - 21.00

Efek Penangkapan Maduro Puluhan Warga Nikaragua Ditahan

10-01-2026 - 18.45

Negeri Es Ini Tak Sudi Jadi Bagian Amerika Serikat

10-01-2026 - 18.00

Pyongyang Murka Drone Mata Mata Terungkap

10-01-2026 - 16.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.