Sebuah insiden yang terekam dalam video dan menjadi viral di media sosial menunjukkan adanya upaya pelarangan ibadah misa penghiburan di sebuah rumah duka di Cipayung, Kota Depok. Situasi tegang ini akhirnya berhasil diredakan berkat intervensi cepat dari pihak kepolisian dan TNI, yang menengahi konflik hingga mencapai penyelesaian damai. Internationalmedia.co.id – News melaporkan peristiwa ini terjadi pada Minggu (28/6).
Misa penghiburan, atau dikenal juga sebagai misa requiem, merupakan bagian penting dari tradisi Gereja Katolik. Ibadah Ekaristi ini dipersembahkan khusus untuk mendoakan ketenangan jiwa umat yang telah meninggal dunia, sekaligus memberikan dukungan rohani dan penghiburan bagi keluarga yang berduka. Dalam kasus ini, misa tersebut diselenggarakan untuk mendiang SLS, seorang warga berusia 70 tahun, di mana keluarga dan kerabat berkumpul untuk melaksanakannya.

Menurut narasi yang beredar luas bersama video viral tersebut, kegiatan ibadah yang sedianya dipimpin oleh seorang Romo ini dihalangi oleh beberapa oknum pengurus lingkungan setempat. Padahal, persiapan misa sudah dilakukan dan Romo pun sudah hadir di lokasi untuk memimpin ibadah tersebut.
Menanggapi insiden tersebut, Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa akar permasalahan adalah adanya miskomunikasi antara warga dan pemilik rumah. "Awalnya ada miskomunikasi. Beberapa warga yang tidak mengetahui adanya acara tersebut kemudian menegur dan mempertanyakan kegiatan yang berlangsung," terang AKP Hendra saat dihubungi oleh wartawan internationalmedia.co.id pada Selasa (30/6).
Hendra juga meluruskan informasi yang simpang siur di media sosial, terutama terkait tudingan bahwa Ketua RT setempat yang menjadi dalang pelarangan. "Di media sosial disebutkan Pak RT yang menghalangi acara, padahal faktanya Pak RT sedang tidak berada di lokasi, beliau sedang di luar kota saat kejadian," tambahnya.
Beruntung, situasi tidak berlarut-larut. Pihak kepolisian dan TNI segera tiba di lokasi untuk melakukan mediasi. AKP Hendra memastikan bahwa konflik tersebut berhasil diselesaikan secara damai berkat intervensi dari Kapolsek dan Koramil setempat. "Sudah diselesaikan oleh Kapolsek dan Koramil, semuanya sudah damai," pungkasnya, menegaskan bahwa tidak ada lagi ketegangan di antara pihak-pihak yang terlibat.
