Serangan besar-besaran yang dilancarkan Israel ke Jalur Gaza terus berlanjut. Internationalmedia.co.id melaporkan, militer Israel mengklaim telah menargetkan lebih dari 100 markas pejuang Hamas melalui serangan udara dan darat. Serangan yang dimulai Kamis (3/7) ini, menurut pernyataan militer Israel, menyasar infrastruktur, persenjataan, dan pejuang Hamas di wilayah Khan Younis dan Rafah, selatan Gaza.
Pihak militer Israel menyatakan telah berhasil menghancurkan sejumlah fasilitas penyimpanan senjata dan bahan peledak di utara Gaza, serta menargetkan "teroris di atas dan di bawah tanah". Namun, angka korban jiwa yang dirilis hingga kini masih simpang siur. Laporan awal menyebutkan sedikitnya 41 warga Palestina tewas, namun angka tersebut dikhawatirkan akan terus meningkat. Laporan yang beredar juga menyebutkan bahwa serangan tersebut bahkan menyasar tenda pengungsian warga Palestina di al-Mawasi.

Ironisnya, di tengah gempuran dahsyat ini, militer Israel juga mengumumkan satu prajuritnya, Asaf Zamir (19 tahun), tewas dalam pertempuran di Gaza selatan. Dua prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka parah. Kejadian ini menambah daftar korban dari kedua belah pihak yang terus bertambah. Pertempuran sengit ini menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan perdamaian di kawasan tersebut.
