Internationalmedia.co.id melaporkan, peringatan kemerdekaan Ukraina ke-34 diwarnai serangan balasan yang mengejutkan. Di tengah seruan perdamaian yang diabaikan, Ukraina melancarkan serangan drone terhadap Rusia, tepat di hari kemerdekaan mereka. Serangan ini mengakibatkan kebakaran di pembangkit listrik tenaga nuklir Kursk di Rusia barat, serta di terminal bahan bakar milik perusahaan energi Novatek di pelabuhan Ust-Luga.
Presiden Volodymyr Zelensky, dalam pidatonya, menyatakan serangan tersebut sebagai respons atas diabaikannya seruan perdamaian. Ia menegaskan bahwa Ukraina bukan korban, melainkan pejuang yang gigih mempertahankan kemerdekaannya. Pernyataan Zelensky ini disampaikan di tengah kebuntuan diplomasi internasional untuk mengakhiri konflik, termasuk upaya mediasi yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump. Upaya tersebut tampaknya menemui jalan buntu setelah Rusia menolak pertemuan langsung antara Putin dan Zelensky.

Serangan balasan Ukraina ini terjadi setelah Rusia sebelumnya melancarkan serangan rudal balistik dan drone Shahed buatan Iran. Serangan Rusia menewaskan seorang warga sipil di wilayah Dnipropetrovsk. Meskipun Ukraina mengklaim telah menembak jatuh sebagian besar drone tersebut, serangan ini tetap menimbulkan korban jiwa dan kerusakan.
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, hadir di Kyiv untuk memperingati hari kemerdekaan Ukraina dan menyerukan perdamaian yang adil dan abadi. Zelensky juga menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump, Presiden Tiongkok Xi Jinping, Raja Charles, dan Paus Fransiskus atas ucapan selamat dan dukungan mereka.
Konflik yang telah berlangsung selama tiga setengah tahun ini telah mengakibatkan pendudukan Rusia atas sekitar seperlima wilayah Ukraina, termasuk Semenanjung Krimea. Juga telah memaksa jutaan warga mengungsi dan menghancurkan banyak kota dan desa. Putin hingga kini menolak seruan gencatan senjata tanpa syarat. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, bahkan menegaskan tidak ada rencana pertemuan antara Putin dan Zelensky. Pertempuran sengit antara kedua negara tampaknya masih akan berlanjut.
