Internationalmedia.co.id – News – Suasana meriah dan penuh antusiasme menyelimuti Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/7/2026) malam, saat ribuan warga Jakarta berkumpul untuk nonton bareng (nobar) laga final Piala Dunia. Kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang akrab disapa Bang Doel. Ia tiba di tengah kerumunan massa sekitar pukul 21.25 WIB, disambut sorak sorai penonton yang telah memadati lokasi sejak sore hari.
Sejak sore, Lapangan Banteng telah bertransformasi menjadi lautan manusia. Tribun-tribun penonton di berbagai sisi dipenuhi warga yang tak sabar menanti kick-off pertandingan puncak pada Senin (20/7) dini hari pukul 02.00 WIB. Meskipun masih harus menunggu berjam-jam, semangat para penonton tak sedikit pun luntur, menciptakan atmosfer kegembiraan yang luar biasa.

Untuk mengisi waktu penantian, panitia menyuguhkan hiburan konser musik dari sejumlah band kenamaan Tanah Air, seperti Juan Reza, Armada, dan Tipe-X, yang sukses memanaskan suasana. Beberapa layar raksasa telah dipasang di berbagai titik, termasuk satu layar utama di depan panggung, memastikan setiap pengunjung dapat menikmati jalannya pertandingan dari sudut mana pun.
Dalam keterangannya kepada awak media di lokasi, Bang Doel menjelaskan bahwa acara ini bukan sekadar nobar biasa, melainkan sebuah ‘Festival Rakyat Bola Gembira’. "Memang ini final sepak bola, tapi kami kemas dalam bentuk festival rakyat. Ini bukti nyata bahwa kecintaan rakyat Indonesia terhadap sepak bola tak perlu diragukan lagi. Semoga di berbagai titik lain juga turut merayakan," ujarnya, menekankan semangat kebersamaan.
Rano Karno juga mengungkapkan bahwa gelaran akbar ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan berbagai pihak, termasuk TVRI, TNI, dan Polri. Antusiasme warga terlihat dari perkiraan jumlah pengunjung yang mencapai angka fantastis, sekitar 14.000 orang.
Ia menambahkan, "Kegiatan ini sudah ramai sejak pagi, bahkan dari jam dua siang sudah banyak yang datang. Kami sengaja mempercepat beberapa sesi acara agar warga yang masih di luar bisa masuk dan tidak terjadi penumpukan massa yang berlebihan," jelasnya, menunjukkan perhatian terhadap kenyamanan dan keamanan pengunjung.
Tak hanya hiburan musik dan layar raksasa, festival ini juga menjadi ajang pemberdayaan ekonomi lokal. Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Jakpreneur dan KADIN DKI Jakarta turut memeriahkan acara dengan membuka sekitar 200 tenant. Kehadiran mereka menambah semarak dan memberikan pilihan kuliner serta produk menarik bagi pengunjung.
Bang Doel optimistis, perputaran ekonomi dari aktivitas UMKM ini akan mencapai angka yang luar biasa. "Ini adalah pergerakan ekonomi nyata yang digerakkan langsung oleh masyarakat," pungkasnya. Ia juga menyebutkan bahwa pada malam yang sama, setidaknya ada 30 titik nobar berskala besar lainnya yang tersebar di seluruh penjuru Jakarta, belum termasuk ratusan titik nobar kecil yang diselenggarakan secara mandiri oleh komunitas.
