Mantan Presiden AS Donald Trump membuat pengakuan mengejutkan. Internationalmedia.co.id melaporkan, dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Trump menyatakan upaya AS untuk merebut kembali pangkalan udara Bagram di Afghanistan. Pernyataan ini disampaikan Jumat (19/9/2025) dan langsung menyita perhatian dunia. Trump menyebut alasannya yang mengejutkan terkait lokasi pangkalan udara tersebut.
Tanpa menjelaskan detail strategi, Trump hanya menyebut Bagram berada dekat fasilitas nuklir China. "Salah satu alasan kami menginginkan pangkalan itu adalah, jaraknya satu jam dari tempat China memproduksi senjata nuklirnya," ujarnya. Pernyataan ini belum mendapat klarifikasi resmi dari pejabat AS lainnya.

Pangkalan udara Bagram, yang dulunya menjadi pusat operasi militer AS selama dua dekade, ditinggalkan pada Juli 2021 saat penarikan pasukan AS dan NATO dari Afghanistan. Trump, yang kerap mengkritik penarikan tersebut, kini mengaitkannya dengan ambisi strategis AS di tengah meningkatnya pengaruh China di kawasan tersebut. Kedekatan Bagram dengan fasilitas nuklir China menjadi alasan utama yang disampaikan Trump untuk menjelaskan upayanya merebut kembali pangkalan tersebut. Misteri strategi Trump dan implikasi geopolitiknya masih menjadi pertanyaan besar.
