Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Presiden Zelensky Disebut Menyedihkan
Trending Indonesia

Presiden Zelensky Disebut Menyedihkan

GunawatiBy Gunawati17-05-2025 - 09.45Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Presiden Zelensky Disebut Menyedihkan
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan pernyataan mengejutkan dari Rusia terkait tuntutan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, agar Presiden Vladimir Putin hadir langsung dalam perundingan damai di Turki. Pernyataan Zelensky tersebut dinilai pihak Rusia sebagai sesuatu yang "menyedihkan".

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah, mengatakan, "Awalnya Zelensky menyampaikan semacam pernyataan yang menuntut Putin datang secara langsung. Sungguh, orang yang menyedihkan." Pernyataan Lavrov ini disampaikan di hadapan para diplomat di Moskow. Perundingan di Turki sendiri merupakan yang pertama kalinya dilakukan secara langsung antara Moskow dan Kyiv dalam tiga tahun perang. Usulan perundingan langsung tanpa prasyarat sebelumnya diajukan Putin sebagai tanggapan atas ultimatum gencatan senjata 30 hari dari Ukraina dan sekutunya di Eropa.

Presiden Zelensky Disebut Menyedihkan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Zelensky sendiri menyatakan kesiapannya datang ke Turki dan menunggu kehadiran Putin. Namun, Kremlin pada Rabu malam mengumumkan daftar delegasi yang akan hadir, tanpa nama Putin di dalamnya. Delegasi Rusia terdiri dari penasihat kepresidenan, Vladimir Medinsky, dan Wakil Menteri Pertahanan, Alexander Fomin.

Reaksi keras pun muncul setelah Zelensky menyebut delegasi Rusia sebagai "orang dungu", mengatakan, "Kita perlu memahami tingkat delegasi Rusia dan apa mandat mereka, jika mereka mampu membuat keputusan sendiri. Dari apa yang kita lihat, delegasi itu lebih terlihat seperti orang dungu." Ia menambahkan bahwa Ukraina akan mempertimbangkan langkah selanjutnya setelah berdiskusi dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, langsung memberikan komentar pedas. Ia menyebut Zelensky sebagai "badut" dan "pecundang". "Siapa yang menggunakan kata ‘dungu’? Seorang badut? Seorang pencundang? Seseorang yang tidak memiliki pendidikan sama sekali," sindir Zakharova.

Amerika Serikat, yang berupaya mengakhiri perang, menginginkan gencatan senjata 30 hari antara kedua negara. Zelensky mendukung usulan tersebut, sementara Putin lebih menginginkan perundingan untuk membahas rincian gencatan senjata. Situasi ini semakin memanaskan tensi antara Rusia dan Ukraina, mengingat perbedaan pandangan yang cukup signifikan terkait proses perdamaian.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Peringatan Mengejutkan Trump Iran Dalam Bahaya

10-01-2026 - 23.00

Trump Bikin Dunia Bergetar Iran Korut Meksiko Greenland

10-01-2026 - 21.15

Iran Bergejolak Militer Turun Tangan

10-01-2026 - 21.00

Efek Penangkapan Maduro Puluhan Warga Nikaragua Ditahan

10-01-2026 - 18.45

Negeri Es Ini Tak Sudi Jadi Bagian Amerika Serikat

10-01-2026 - 18.00

Pyongyang Murka Drone Mata Mata Terungkap

10-01-2026 - 16.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.