Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-28, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) baru-baru ini menyelenggarakan Ijtima Ulama Indonesia. Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah tren penurunan jumlah santri di berbagai pondok pesantren. Fakta ini diungkapkan oleh Plt Ketua Dewan Syuro PKB, Manarul Hidayah, saat membuka acara tersebut di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis lalu. Internationalmedia.co.id – News
Manarul Hidayah mengawali sambutannya dengan menyoroti akar permasalahan kegaduhan yang kerap melanda bangsa. Menurutnya, persoalan ketuhanan yang kurang dimaksimalkan menjadi pemicu utama. "Empat sila Pancasila di bawahnya akan dapat terlaksana dengan baik jika sila Ketuhanan Yang Maha Esa diamalkan secara maksimal. Salah satu penyebab gejolak di negeri tercinta ini adalah karena aspek ketuhanan belum sepenuhnya dioptimalkan," tegas Manarul.

Setelah itu, barulah Manarul beralih ke isu krusial mengenai penurunan jumlah santri di pondok pesantren. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap data yang beredar di media sosial. "Kita bisa melihat di berbagai platform media sosial, bagaimana angka penurunan jumlah santri di pondok pesantren? Dulu santri justru menolak, namun kini kita menyaksikan penurunan hingga sekian puluh persen. Oleh karena itu, PKB merasa terpanggil untuk membahas fenomena ini, mengingat PKB adalah anak kandung dari Nahdlatul Ulama," jelasnya, menegaskan peran partai dalam isu keumatan.
Mewakili Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Manarul kemudian secara resmi membuka acara Ijtima Ulama ini. Ia tak lupa menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada para ulama yang telah meluangkan waktu untuk hadir. "Kita semua memiliki tanggung jawab besar. Meskipun kesibukan harian begitu padat, namun karena didorong oleh rasa cinta kepada ulama, cinta kepada bangsa, dan khususnya cinta kepada Partai Kebangkitan Bangsa, kita semua dapat berkumpul di sini hari ini," pungkasnya, menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan partai dalam membangun umat dan bangsa.
