Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan keberhasilan penyelamatan pilot jet tempur yang jatuh di wilayah Iran. Namun, klaim tersebut langsung dibantah keras oleh Iran, yang justru menyatakan telah menembak jatuh dua pesawat dan satu helikopter AS lainnya dalam operasi penyelamatan yang disebutnya "gagal total". Demikian dilaporkan Internationalmedia.co.id – News.
Melalui platform media sosialnya, Presiden Trump mengklaim bahwa militer AS berhasil mengevakuasi anggota kru jet tempur F-15E Strike Eagle yang hilang sejak ditembak jatuh pada Jumat (3/4). Pilot yang terluka itu, menurut Trump, kini dalam kondisi "akan baik-baik saja" setelah sebelumnya berlindung "di pegunungan Iran yang berbahaya." Operasi penyelamatan ini disebut melibatkan "puluhan pesawat" dan pemantauan lokasi selama "24 jam sehari" untuk merencanakan evakuasi yang cermat. Anggota kru kedua dilaporkan telah diselamatkan sebelumnya.

Insiden penembakan jet tempur AS ini bermula pada Jumat (3/4), ketika angkatan bersenjata Iran mengklaim telah menembak jatuh setidaknya dua jet tempur, tiga drone, dan dua rudal jelajah. Iran bahkan menyebut hari itu sebagai "hari kelam" bagi angkatan udara Amerika Serikat dan Israel. Sebagai bentuk provokasi, Iran juga sempat menjanjikan hadiah bagi siapa pun yang menyerahkan "pilot musuh."
Namun, narasi penyelamatan heroik ala Trump tersebut dibantah mentah-mentah oleh Komando militer gabungan Iran, Khatam Al-Anbiya. Menurut juru bicara Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, operasi penyelamatan yang dilakukan AS "benar-benar gagal." Bahkan, Iran mengklaim telah menembak jatuh dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat angkut militer C-130 di kota Isfahan. "Pesawat-pesawat musuh yang masuk ke wilayah Isfahan selatan itu, termasuk dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat angkut militer C-130, telah dihantam dan kini terbakar," kata komando pusat militer Iran.
Zolfaghari menambahkan bahwa Trump hanya melontarkan "retorika kosong dan pengalihan perhatian" meskipun kenyataan di lapangan menunjukkan "posisi superior angkatan bersenjata Iran yang kuat." Media pemerintah Iran juga membagikan gambar puing-puing hangus yang tersebar di daerah gurun, dengan asap masih mengepul dari lokasi tersebut, sebagai bukti klaim mereka.
Perbedaan narasi yang sangat mencolok ini menyoroti ketegangan yang kian meruncing antara kedua negara adidaya tersebut, dengan masing-masing pihak bersikeras pada versi kejadiannya sendiri di tengah medan konflik yang semakin panas.

