Internationalmedia.co.id melaporkan situasi mencekam di perbatasan Thailand-Kamboja. Bentrokan yang telah berlangsung dua hari mengakibatkan korban jiwa yang signifikan. Plt. Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, menyampaikan peringatan keras kepada Kamboja terkait eskalasi konflik yang mengancam memicu perang besar.
Lebih dari 138.000 warga sipil Thailand terpaksa mengungsi dari rumah mereka akibat serangan yang dilancarkan Kamboja. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Thailand menyebutkan angka korban tewas mencapai 15 orang, 14 di antaranya adalah warga sipil dan satu tentara. Selain itu, 46 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk 15 tentara. Serangan tersebut, menurut laporan, melibatkan roket, artileri, dan bahkan jet tempur.

Phumtham, dalam pernyataan resminya, menekankan bahwa Thailand telah berupaya mencari jalan damai, namun eskalasi konflik memaksa mereka untuk mengambil tindakan tegas. "Kami telah mencoba berkompromi, tetapi kami sekarang telah menginstruksikan militer Thailand untuk segera bertindak jika terjadi keadaan darurat," tegasnya. Ia menambahkan, jika situasi terus memanas, konflik ini berpotensi berkembang menjadi perang skala penuh.
Konflik ini bermula dari ledakan ranjau yang melukai tentara Thailand pada Rabu (23/7). Sehari kemudian, Kamis (24/7), pertempuran besar pecah di enam lokasi, termasuk di sekitar dua kuil kuno di wilayah perbatasan yang disengketakan. Kedua negara saling tuding sebagai pihak yang memulai serangan. Pada Jumat (25/7) pagi, pertempuran kembali berkecamuk di tiga wilayah perbatasan. Militer Thailand melaporkan penggunaan senjata berat oleh pihak Kamboja, sementara mereka merespon dengan serangan balasan.
Sementara itu, pihak Kamboja melaporkan satu korban jiwa warga sipil dan lima luka-luka akibat serangan dari pihak Thailand. Peristiwa ini kembali menyoroti ketegangan berkepanjangan di perbatasan kedua negara dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak kemanusiaan yang lebih besar jika konflik tidak segera mereda. Internationalmedia.co.id akan terus memantau perkembangan situasi di perbatasan Thailand-Kamboja.
