Kehadirannya di Lapangan Santo Petrus mengejutkan banyak orang. Internationalmedia.co.id melaporkan, Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik, menyampaikan ucapan Selamat Paskah kepada ribuan umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Ucapan tersebut disampaikan dari balkon Basilika Santo Petrus, dengan Paus duduk di kursi roda. Suara lemah namun penuh kharisma Paus berusia 88 tahun itu disambut gembira oleh lautan umat yang memenuhi lapangan.
Meskipun kondisi kesehatannya yang kurang prima membuat Paus absen dari sebagian besar acara Pekan Suci, ia tetap hadir untuk memberikan pesan Paskah. Biasanya, Paus menyampaikan berkat "Urbi et Orbi" ("Untuk Kota dan Dunia") secara langsung, namun kali ini tugas tersebut dilimpahkan kepada seorang kolaborator.

Dalam pidato yang dibacakan, Paus Fransiskus mengecam anti-Semitisme yang disebutnya mengkhawatirkan, serta situasi menyedihkan di Gaza. Ia secara khusus mendoakan rakyat Gaza, termasuk komunitas Kristen di sana, yang terdampak konflik berkepanjangan. "Situasi kemanusiaan yang dramatis dan menyedihkan" menjadi sorotan Paus dalam pesan Paskahnya.
Lebih lanjut, Paus menekankan pentingnya kebebasan beragama dan saling menghormati perbedaan pandangan sebagai kunci perdamaian dunia. Tanpa adanya hal tersebut, menurut Paus, perdamaian mustahil terwujud. Pesan ini disampaikan dengan lantang, meskipun disampaikan melalui perantara, menunjukkan komitmen Paus terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian.
