Internationalmedia.co.id – News – Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, secara tegas menyatakan komitmen aliansi pertahanan tersebut untuk "melakukan apapun yang diperlukan" demi melindungi seluruh negara anggotanya, dengan Turki menjadi sorotan utama. Pernyataan ini muncul menyusul serangkaian insiden pencegatan rudal yang diklaim berasal dari Iran dan mengarah ke wilayah udara Turki dalam beberapa minggu terakhir, memicu kekhawatiran akan eskalasi di kawasan.
Dalam laporan yang diterima internationalmedia.co.id, setidaknya empat rudal balistik yang diduga diluncurkan dari Iran telah berhasil dicegat oleh pasukan NATO. Insiden-insiden ini menargetkan wilayah udara Turki, negara anggota NATO yang berbatasan langsung dengan Iran dan sebelumnya relatif terhindar dari serangan balasan langsung yang menimpa negara-negara lain di Timur Tengah. Sebagai respons cepat, NATO telah memperkuat pertahanan udaranya dengan mengerahkan baterai rudal Patriot baru di pangkalan udara Incirlik, Turki selatan.

Saat kunjungan ke Aselsan, perusahaan elektronik pertahanan terkemuka Turki, pada Rabu (22/4), Rutte tidak ragu menunjuk Iran. "Iran menyebarkan teror dan kekacauan, dan Anda merasakannya dengan jelas di sini di Turki," ujarnya kepada wartawan. Ia mengonfirmasi keberhasilan NATO dalam mencegat rudal balistik yang mengarah ke Turki dari Iran sebanyak empat kali dalam beberapa minggu terakhir, seperti dikutip dari AFP. "NATO siap menghadapi ancaman semacam itu dan akan selalu melakukan apapun yang diperlukan untuk membela Turki dan semua negara anggota lainnya," tegasnya, seraya menekankan pentingnya kerja sama. Kunjungan ini juga menjadi bagian dari persiapan menjelang KTT NATO yang dijadwalkan berlangsung di Ankara, Turki, pada bulan Juli mendatang.
Rutte juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kemajuan pesat sektor pertahanan Turki. "Kita dapat belajar banyak dari apa yang dilakukan Turki di sini," katanya, menyoroti pentingnya pertahanan yang kuat di tengah "dunia yang lebih berbahaya." Ia bahkan menyebut bahwa Turki telah mengalami "revolusi industri pertahanan" yang nyata dalam beberapa tahun terakhir. Agenda Rutte di Turki juga mencakup pertemuan penting dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, menggarisbawahi eratnya hubungan strategis antara NATO dan Ankara.
