Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Amerika Terancam Tanpa Rudal Jika Perang Lagi
Trending Indonesia

Amerika Terancam Tanpa Rudal Jika Perang Lagi

GunawatiBy Gunawati22-04-2026 - 18.30Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Washington DC – Internationalmedia.co.id – News melaporkan, militer Amerika Serikat (AS) kini berada di ambang krisis serius terkait ketersediaan rudal. Konflik berkepanjangan dengan Iran sejak akhir Februari lalu telah menguras cadangan amunisi penting, memunculkan kekhawatiran besar akan kemampuan AS menghadapi potensi perang lain di masa mendatang. Situasi genting ini terungkap dari laporan analisis terbaru Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), yang dikutip oleh media terkemuka CNN pada Selasa (21/4/2026), sebagaimana dilansir Anadolu Agency sehari setelahnya.

Menurut laporan CSIS yang dirilis Selasa (21/4/2026), militer AS telah "secara signifikan menguras" pasokan rudal-rudal krusial. Selama tujuh minggu pertempuran sengit melawan Iran, AS tercatat telah menghabiskan sekitar 45 persen pasokan Rudal Serangan Presisi, setidaknya separuh dari rudal pencegat THAAD, dan hampir 50 persen dari rudal pertahanan udara Patriot. Angka-angka ini, diklaim CSIS, sangat selaras dengan estimasi rahasia yang dimiliki oleh Pentagon atau Departemen Pertahanan AS.

Amerika Terancam Tanpa Rudal Jika Perang Lagi
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Analisis CSIS lebih lanjut merinci bahwa sekitar 30 persen rudal Tomahawk, lebih dari 20 persen rudal jarak jauh jenis Joint Air-to-Surface Standoff Missiles (JASSM), serta sekitar 20 persen rudal jenis SM-3 dan SM-6 juga telah terpakai. Meskipun Pentagon telah menandatangani kontrak untuk meningkatkan produksi rudal pada awal tahun ini, proses pengisian kembali sistem persenjataan ini diperkirakan akan memakan waktu antara tiga hingga lima tahun, bahkan dengan kapasitas produksi yang telah ditingkatkan.

Dalam jangka pendek, CSIS memperkirakan AS kemungkinan masih memiliki cukup amunisi untuk melanjutkan operasi militer melawan Iran, terutama jika gencatan senjata yang rapuh saat ini runtuh. Namun, laporan tersebut menekankan bahwa pasokan senjata utama AS saat ini dinilai tidak memadai untuk menghadapi konflik dengan musuh yang setara, seperti Tiongkok. Membangun kembali persediaan ke tingkat sebelum perang dapat memakan waktu bertahun-tahun.

Mark Cancian, salah satu penyusun analisis CSIS sekaligus pensiunan Kolonel Korps Marinir AS, menyoroti dampak dari situasi ini. "Pengeluaran amunisi yang tinggi telah menciptakan celah kerentanan yang meningkat di Pasifik barat," ujarnya kepada CNN. Ia menambahkan, "Akan dibutuhkan satu hingga empat tahun untuk mengisi kembali persediaan ini, dan beberapa tahun setelah itu untuk memperluasnya ke tingkat yang dibutuhkan."

Menanggapi laporan tersebut, juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, dalam pernyataannya kepada CNN, menegaskan bahwa militer AS "memiliki semua yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas pada waktu dan tempat yang dipilih oleh Presiden." Parnell menambahkan, "Sejak Presiden Trump menjabat, kami telah melaksanakan berbagai operasi yang sukses di seluruh komando tempur, sambil memastikan militer AS memiliki persenjataan yang lengkap untuk melindungi rakyat dan kepentingan kami."

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

NATO Siap Mati-matian Bela Anggota Termasuk Turki

22-04-2026 - 18.45

Pusaran Konflik Timur Tengah Iran Jadi Pusat Perhatian Dunia

22-04-2026 - 18.15

Gencatan Senjata Berdarah Israel Serang Lebanon

22-04-2026 - 18.00

Rudal Canggih Amerika Tetap di Korea Selatan

22-04-2026 - 16.45

Trump Ungkap Fakta Iran Ingin Selat Hormuz Dibuka

22-04-2026 - 16.30

Al Aqsa Bergejolak Bendera Israel Berkibar

22-04-2026 - 16.15
Leave A Reply Cancel Reply

Footer Logo - 48 Media Partners

MEDIA PARTNERS

bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

MORE MEDIA PARTNERS โ†’ SWIPE TO EXPLORE

cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.