Internationalmedia.co.id – Pemimpin tertinggi umat Katolik, Paus Leo XIV, akan memulai lawatan internasional pertamanya pada Kamis, 27 November mendatang. Kunjungan bersejarah ini akan membawa Paus Leo ke Turki dan Lebanon, dengan agenda utama mempromosikan persatuan antarumat Kristen dan mendorong terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah yang penuh tantangan.
Kunjungan selama enam hari ini menjadi sorotan utama, menandai ujian internasional pertama bagi Paus Leo, yang berasal dari Amerika Serikat dan terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik pada bulan Mei lalu. Gaya kepemimpinan Paus Leo yang sederhana menjadi pembeda, kontras dengan gaya pendahulunya, Paus Fransiskus, yang dikenal karismatik dan penuh spontanitas.

Di Turki, Paus Leo akan menghadiri peringatan 1.700 tahun Konsili Nicaea, sebuah peristiwa penting dalam sejarah Kristen di mana Kredo, deklarasi dasar iman Kristen, dirumuskan. Kehadiran Paus Leo di acara ini menjadi simbol pentingnya dialog dan persatuan antarumat Kristen.
Sementara itu, di Lebanon, kunjungan Paus Leo sangat dinantikan, meskipun negara ini didominasi oleh penduduk Muslim. Lebanon, yang selama ini dikenal sebagai model koeksistensi agama, tengah menghadapi berbagai krisis, termasuk masalah ekonomi, dampak ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut pada tahun 2020, dan konflik baru-baru ini dengan Israel.
Persiapan menyambut kedatangan Paus Leo terus dilakukan, dengan spanduk-spanduk bertuliskan "Lebanon menginginkan perdamaian" menghiasi jalan-jalan yang telah direnovasi. Duta Besar Lebanon untuk Takhta Suci, Fadi Assad, menyebut kunjungan ini "luar biasa" dan diharapkan dapat "menyoroti kesulitan yang dihadapi Lebanon", serta membuka jalan bagi "terobosan politik dan ekonomi".
Selama berada di Lebanon, Paus Leo dijadwalkan mengunjungi rumah sakit jiwa yang dikelola oleh biarawati, bertemu dengan kaum muda Lebanon, dan memimpin misa di area terbuka yang diperkirakan akan dihadiri oleh 100.000 orang. Paus Leo juga akan berdoa di lokasi ledakan pelabuhan Beirut, sebagai bentuk solidaritas bagi para korban dan keluarga yang terdampak. Selain itu, pertemuan antaragama juga akan menjadi agenda penting dalam kunjungan Paus Leo di Beirut.
Kunjungan ke Turki, yang merupakan titik temu strategis antara Timur dan Barat, juga bertujuan untuk memperkuat dialog antara Gereja dan Islam. Paus Leo akan bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan di Ankara dan mengunjungi Blue Mosque di Istanbul. Namun, inti dari perjalanan ini adalah peringatan Konsili Nicaea, di mana Paus Leo hadir atas undangan Patriark Bartholomew I, pemimpin spiritual Kristen Ortodoks. Perbedaan pandangan antara umat Katolik dan Kristen Ortodoks mengenai otoritas Paus sebagai kepala Gereja menjadi salah satu isu penting yang diharapkan dapat dijembatani melalui kunjungan ini.

