Internationalmedia.co.id – News – Paus Leo XIV bersiap menjalani perayaan Minggu Paskah perdananya sebagai pemimpin umat Katolik sedunia, di tengah bayang-bayang konflik yang membara di Timur Tengah. Momen sakral ini, yang menjadi tanggal terpenting dalam kalender Kristen, kali ini diselimuti nuansa keprihatinan global akibat gejolak geopolitik.
Paus kelahiran Amerika Serikat ini dijadwalkan memimpin misa agung di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, mulai pukul 08.30 GMT. Ribuan umat diperkirakan akan memadati lapangan tersebut, menyaksikan langsung pemimpin spiritual 1,4 miliar umat Katolik dunia mengucapkan berkat tradisionalnya pada pukul 10.00 GMT. Perayaan Paskah kali ini juga tak lepas dari gema kenangan akan mendiang Paus Fransiskus, yang terakhir kali tampil di hadapan publik pada Minggu Paskah tahun lalu, hanya beberapa jam sebelum berpulang.

Dalam pidato Malam Paskah pada Sabtu sebelumnya, Paus Leo dengan tegas menyerukan visi "dunia baru yang penuh perdamaian dan persatuan." Ia tak segan mengutuk keras perpecahan yang diakibatkan oleh "perang, ketidakadilan, dan isolasi antar bangsa dan negara."
Paus Leo diketahui konsisten menyuarakan perdamaian di kawasan Timur Tengah. Bahkan, pada pekan ini, ia secara langsung mendesak Presiden AS Donald Trump untuk mencari "jalan keluar" dari konflik yang berkepanjangan.
Kontras mencolok terlihat jelas. Dari kesunyian Kota Tua Yerusalem hingga desa-desa Kristen di Lebanon yang terjebak dalam pusaran baku tembak antara Israel dan gerakan Hizbullah yang didukung Iran, perang di Timur Tengah telah membayangi perayaan Paskah yang seharusnya penuh sukacita dengan nuansa kelam.
Di Yerusalem, ibadah di Makam Suci, lokasi yang diyakini umat Kristen sebagai tempat kebangkitan Kristus, terpaksa digelar secara tertutup. Pembatasan ketat terhadap pertemuan besar diberlakukan oleh Israel sebagai langkah pencegahan keamanan, menyusul ancaman serangan yang terus-menerus sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan pemboman terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

