Internationalmedia.co.id – News – Spekulasi hangat mengenai sosok Menteri Keuangan (Menkeu) di kabinet mendatang kembali mencuat setelah mantan Menkeu Chatib Basri dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin secara terpisah menghadap Presiden terpilih Prabowo Subianto. Pertemuan yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (9/6/2026) kemarin ini sontak memicu rumor tawaran posisi Menkeu, yang santer disebut-sebut akan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Namun, kedua tokoh tersebut kompak menepis isu yang beredar.
Berdasarkan pantauan internationalmedia.co.id, Chatib Basri menjadi yang pertama tiba di Istana sekitar pukul 15.35 WIB, didampingi oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Saat ditanya apakah akan menemui Presiden, Chatib membenarkan agenda tersebut dengan jawaban singkat, "Iya." Tak lama berselang, Menkes Budi Gunadi Sadikin juga terlihat memasuki pintu pilar Istana. Dengan sapaan ramah, Budi langsung melangkah masuk, "Halo. Sehat-sehat ya kalian," ujarnya singkat.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad turut memberikan tanggapan terkait pertemuan tersebut. Setelah mengonfirmasi kepada pihak Istana, Dasco menjelaskan bahwa kehadiran Chatib Basri dan Luhut Binsar Pandjaitan adalah dalam kapasitas mereka sebagai anggota dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional. "Pertemuan tadi Pak Luhut sebagai dalam kapasitas sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional dan Pak Chatib Basri itu sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional," terang Dasco di kompleks parlemen Senayan. Ia menambahkan, agenda utama pertemuan tersebut adalah untuk memberikan masukan kepada Prabowo terkait perkembangan ekonomi nasional.
Luhut Binsar Pandjaitan kemudian membeberkan detail isi pertemuan dengan Presiden Prabowo, yang juga dihadiri anggota DEN lainnya seperti Septian Hario Seto dan Firman Hidayat. Pembahasan utama meliputi hasil survei yang dilakukan DEN mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi (MBG) di 800 titik, serta optimalisasi teknologi pemerintah (govtech) berbasis kecerdasan buatan (AI). "Data yang dimiliki menjadi satu berbasis AI," kata Luhut, menyoroti momen penting pada 1 Juni lalu di mana data dari delapan kementerian/lembaga berhasil terintegrasi. Luhut menekankan bahwa govtech akan menjadi bagian krusial dalam pemerintahan Prabowo untuk mengumpulkan data secara komprehensif dan akuntabel.
Menanggapi isu tawaran posisi Menkeu, Chatib Basri dengan lugas membantah. "Nggak ada. Masa, ini kita bahas soal ekonomi kok," tegasnya usai pertemuan. Ia menjelaskan, diskusi dengan Prabowo berfokus pada situasi ekonomi makro terkini, termasuk pelemahan rupiah, dan langkah-langkah efisiensi anggaran yang diperlukan, termasuk dalam pelaksanaan program MBG. Hal ini, menurut Chatib, penting untuk menumbuhkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Senada dengan Chatib, Budi Gunadi Sadikin juga menepis rumor dirinya akan menjadi Menkeu. "Wah itu kan kata situ," ujarnya sambil terkekeh saat ditanya wartawan, seraya menambahkan, "Sekarang masih jadi Menkes." Budi mengungkapkan, pertemuannya dengan Prabowo membahas perkembangan tiga program "quick win" yang diminta Presiden: Cek Kesehatan Gratis (CKG), penanganan TBC, dan percepatan pembangunan 66 rumah sakit di daerah 3T. "Kan beliau kasih 3 quick win, jadi beliau minta update," jelas Budi, yang menyebut Prabowo berencana meninjau langsung beberapa fasilitas kesehatan tersebut.
Dengan demikian, meskipun pertemuan ini memicu berbagai spekulasi, baik Chatib Basri maupun Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa agenda mereka di Istana murni terkait pembahasan isu-isu ekonomi dan kesehatan, sesuai dengan kapasitas masing-masing.
