Internationalmedia.co.id – Kabar duka kembali menyelimuti dunia pendidikan di Nigeria. Ratusan siswa dan guru sebuah sekolah Katolik dilaporkan menjadi korban penculikan oleh kelompok bersenjata. Insiden tragis ini menambah daftar panjang kekerasan dan ketidakamanan yang menghantui negara tersebut, memicu kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat.
Dilansir dari berbagai sumber, sebanyak 315 siswa dan guru Sekolah St. Mary di Nigeria menjadi korban penculikan. Namun, secercah harapan muncul ketika 50 siswa berhasil melarikan diri dan kembali ke pelukan keluarga mereka. Asosiasi Kristen Nigeria mengonfirmasi kabar baik ini, memberikan sedikit kelegaan di tengah situasi yang mencekam.

Jumlah siswa yang diculik dari St. Mary’s mencapai hampir setengah dari total populasi sekolah yang mencapai lebih dari 600 siswa. Anak-anak yang menjadi korban berusia antara delapan hingga 18 tahun, menjadikan insiden ini semakin memilukan.
Penculikan ini terjadi hanya beberapa hari setelah serangan serupa menimpa sebuah sekolah menengah di negara bagian Kebbi, di mana 25 siswi diculik. Rangkaian kejadian ini menunjukkan peningkatan aktivitas kelompok bersenjata dan menggarisbawahi kerentanan lembaga pendidikan di Nigeria.
Presiden Nigeria, Bola Tinubu, melalui akun X-nya, menyatakan bahwa pemerintahannya tidak akan menyerah dalam upaya mengamankan negara dan melindungi rakyatnya. Ia juga mengklaim bahwa 51 siswa yang hilang telah ditemukan. Namun, pemerintah belum memberikan komentar resmi mengenai jumlah pasti siswa yang diculik.
Meningkatnya kekhawatiran keamanan telah memicu gelombang penutupan sekolah di beberapa wilayah Nigeria. Situasi ini semakin memperburuk kondisi pendidikan di negara tersebut dan menimbulkan pertanyaan tentang masa depan generasi muda Nigeria.
