Internationalmedia.co.id – News – Sebuah inisiatif luar biasa datang dari jajaran Kementerian Kehutanan (Kemenhut) di Indonesia. Sebanyak delapan unit hunian tetap (huntap) telah berhasil didirikan di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, khusus bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir dan tanah longsor. Proyek kemanusiaan ini bukan sekadar pembangunan biasa, melainkan buah dari semangat gotong royong dan kepedulian yang diwujudkan oleh seluruh anggota polisi kehutanan dari berbagai penjuru Tanah Air.
Pembangunan rumah-rumah permanen ini merupakan kolaborasi apik antara Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum Kehutanan) dan Ikatan Polisi Kehutanan Indonesia (IPKI). Inisiatif ini menjadi bukti konkret komitmen Kemenhut dalam memberikan dukungan kepada komunitas yang rentan pasca-bencana. Kedelapan rumah tersebut kini telah selesai sepenuhnya dan siap menjadi tempat berlindung yang aman bagi keluarga-keluarga yang sebelumnya terpaksa mengungsi.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, menjelaskan bahwa proyek ini berakar pada semangat pengabdian yang mendalam. Menurutnya, tugas polisi kehutanan melampaui sekadar menjaga kelestarian hutan, namun juga mencakup kehadiran nyata di tengah masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. "Filosofi Budhi Bhakti Wirawana, yang menjadi pedoman etika kami, mengajarkan bahwa dedikasi polisi kehutanan tak terbatas pada rimba belantara. Saat bencana melanda, nilai-nilai luhur ini membimbing kami untuk turun tangan, bahu-membahu, dan menghadirkan solusi konkret. Sebab, sejatinya, menjaga hutan adalah juga menjaga keberlangsungan hidup masyarakat yang bergantung padanya," tegas Dwi, seperti dikutip internationalmedia.co.id baru-baru ini.
Senada dengan itu, Ketua Umum IPKI, Sustyo Iriyono, turut menggarisbawahi bahwa pembangunan delapan hunian ini adalah manifestasi dari kebersamaan seluruh anggota polisi kehutanan di seluruh Indonesia. "Rumah-rumah ini berdiri kokoh berkat solidaritas keluarga besar polisi kehutanan. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, dari para anggota adalah bagian dari upaya kolektif kami untuk meringankan beban saudara-saudari di Aceh Tamiang. Ini adalah wujud nyata dari Budhi Bhakti Wirawana yang kami amalkan," ungkap Sustyo.
Tidak berhenti di situ, IPKI juga berencana melanjutkan serangkaian kegiatan sosial lainnya. Salah satunya adalah renovasi taman pendidikan Al-Qur’an di Desa Sulum, yang masih berada di Kecamatan Sekerak, sebagai bagian dari persiapan menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui berbagai program ini, Kemenhut menegaskan kembali komitmennya untuk senantiasa menumbuhkan kepedulian sosial. Hal ini selaras dengan arahan Menteri Kehutanan, Raja Juli, agar seluruh insan kehutanan tidak hanya fokus pada pelestarian alam, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
