Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden pencurian berani mati menggemparkan dunia pendidikan di Mojokerto. Brankas Universitas KH Abdul Chalim yang berlokasi di Desa Bendunganjati dilaporkan telah dibobol oleh komplotan pencuri, mengakibatkan raibnya dana operasional kampus senilai lebih dari Rp 1 miliar. Kerugian fantastis ini sontak menjadi perhatian utama pihak berwenang dan masyarakat setempat.
Menurut keterangan Dadang Saifudin, Kepala Desa Bendunganjati, para pelaku diduga kuat menyusup ke area kampus melalui MTs Unggulan Hikmatul Amanah (Hikam), sebuah sekolah setingkat SMP yang berlokasi persis di sebelah utara universitas. "Informasi dari rekan-rekan, terekam CCTV yang dari lapangan Hikam. Pelaku memakai penutup wajah," ungkap Dadang, seperti dilansir oleh internationalmedia.co.id pada Minggu.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) menjadi petunjuk penting dalam kasus ini. Dari pantauan rekaman tersebut, aksi pembobolan brankas Universitas KH Abdul Chalim berlangsung cukup cepat dan terencana, hanya memakan waktu sekitar 30 menit. Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada Rabu, 22 Juli, dini hari, yakni mulai pukul 03.18 WIB dan selesai pada 03.48 WIB.
"Informasinya, uang yang digasak mencapai Rp 1 miliar lebih. Itu semua adalah dana operasional kampus," tambah Dadang, menekankan besarnya kerugian yang dialami institusi pendidikan tersebut. Dana sebesar itu tentu sangat vital bagi kelangsungan operasional dan kegiatan akademik universitas.
Menyikapi kerugian yang tidak sedikit ini, pihak kampus telah melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian. Tim dari kepolisian segera bergerak melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), meninjau rekaman CCTV yang ada, serta meminta keterangan dari beberapa staf Universitas KH Abdul Chalim untuk mengungkap identitas dan motif para pelaku. Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih terus berlangsung guna membongkar misteri di balik pencurian bernilai miliaran rupiah ini.
