Semarang – Sebuah pelat nomor kendaraan yang berlumuran darah menjadi saksi bisu terungkapnya kasus pembunuhan keji terhadap Candra Waskito (25), pemilik konter ponsel Royal Phone Ambarawa. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, polisi berhasil mengungkap misteri di balik kematian tragis Candra, yang jasadnya ditemukan di dalam bagasi mobilnya di wilayah Kabupaten Grobogan.
Penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti krusial, salah satunya adalah mobil Honda Jazz berwarna abu-abu milik korban. Mobil tersebut ditemukan dalam kondisi tanpa pelat nomor terpasang, baik di bagian depan maupun belakang. Namun, di dalam bagasi, tempat jenazah korban diletakkan, ditemukan sebuah pelat nomor polisi AD-1398-YJ yang jelas menunjukkan bercak darah di sisi kiri bawahnya.

"Pelat nomor yang terpasang dibuang, yang asli ini di bagasi," ungkap Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, seperti dikutip dari laporan internationalmedia.co.id baru-baru ini. Pernyataan ini mengindikasikan upaya pelaku untuk menghilangkan jejak, namun justru meninggalkan petunjuk vital yang mengarah pada pengungkapan kasus.
Pembunuhan sadis ini melibatkan dua tersangka, Taufik Ilham (25) dan Didit Pangih Pamulihan (20). Menurut keterangan AKP Bodia, setelah menghabisi nyawa Candra, kedua pelaku dengan kejam mengangkut jenazah korban dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil Honda Jazz tersebut.
Mobil Honda Jazz yang berisi jenazah korban kemudian dikemudikan oleh para tersangka menuju arah Grobogan. Setibanya di depan sebuah gudang kosong yang terletak di wilayah Dusun Tembelingan, Trisari, Gubug, Grobogan, mobil tersebut ditinggalkan begitu saja oleh kedua pelaku, menyisakan misteri yang kini telah terkuak berkat kerja keras aparat kepolisian. Penemuan pelat nomor berdarah ini menjadi titik terang penting dalam penyelidikan, membongkar tabir gelap di balik kematian tragis bos konter ponsel yang menggemparkan Ambarawa dan sekitarnya.
