Semarang – Kasus pembunuhan tragis yang menimpa Candra Waskito (25), bos konter Royal Phone Ambarawa, akhirnya menemui titik terang. Dua terduga pelaku, Didit Panggih Pamulihan (20) dan Taufik Ilham (25), berhasil diringkus aparat kepolisian. Internationalmedia.co.id – News mengungkapkan fakta mengejutkan, bahwa para pelaku ternyata sempat berupaya keras menghilangkan jejak kejahatan mereka, termasuk membersihkan sisa darah di lokasi kejadian.
Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, setelah menghabisi nyawa korban pada Kamis (6/8) dini hari, para pelaku tidak langsung kabur. Mereka terlebih dahulu menggasak sejumlah ponsel yang terpajang di etalase konter. Tak hanya itu, untuk menyamarkan aksi mereka, tiga unit kamera pengawas (CCTV) – dua di dalam dan satu di luar – juga dicabut dan dibawa pergi, seperti dilansir oleh internationalmedia.co.id.

Bukti-bukti elektronik berupa CCTV tersebut kemudian dibuang ke sungai untuk menghilangkan jejak. Namun, upaya penghilangan jejak tak berhenti di situ. Didit dan Taufik, para tersangka, kembali ke lokasi pembunuhan. Mereka mendapati darah korban berceceran dan bercipratan di lantai. Dengan sigap, para pelaku membersihkan lantai menggunakan alat pembersih yang ada di konter, bahkan menggunakan kaos untuk mengelap dan menyiramkan cairan pembersih lantai.
Barulah setelah dirasa cukup bersih dan jejak darah tersamarkan, para tersangka membawa jenazah korban keluar dari konter. Mayat Candra Waskito kemudian diletakkan di bagian bagasi mobil, sebelum akhirnya dibuang atau disembunyikan di lokasi lain. Penangkapan kedua pelaku ini menjadi babak baru dalam pengungkapan motif dan detail lengkap di balik pembunuhan sadis tersebut.
