Kasus kematian Sutrimo, seorang pria yang ditemukan tak sadarkan diri di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kini memasuki babak baru. Laporan terkait dugaan kematian tidak wajar telah disampaikan ke Bareskrim Polri, memicu permintaan untuk melakukan ekshumasi atau pembongkaran jenazah. Internationalmedia.co.id – News mengonfirmasi, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai laporan tersebut.
Menurut Kombes Budi, laporan dari masyarakat yang diterima Bareskrim Polri menyebutkan bahwa kematian Sutrimo dianggap tidak wajar. Oleh karena itu, pelapor mendesak penyelidik untuk melakukan ekshumasi, sebuah prosedur hukum yang melibatkan penggalian kembali jenazah dari kubur untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mencari penyebab pasti kematian.

Menanggapi permintaan ini, pihak kepolisian akan memprioritaskan pemeriksaan terhadap dokter dari RS Muhammadiyah Taman Puring yang pertama kali menangani jasad Sutrimo. Kombes Budi menjelaskan, pemanggilan ini akan dilakukan pekan depan dan merupakan pemanggilan ulang, mengingat dokter yang bersangkutan sempat absen pada jadwal sebelumnya.
Salah satu poin krusial yang ingin didalami penyidik dari keterangan dokter adalah kebenaran informasi yang beredar mengenai kondisi Sutrimo saat ditemukan, termasuk dugaan adanya busa di mulut korban. Kabar ini, bersama dengan sejumlah foto dan video yang viral di media sosial, menjadi fokus klarifikasi pihak berwenang.
Kombes Budi menegaskan bahwa semua materi yang beredar, mulai dari foto kondisi awal, identitas almarhum, hingga rekaman video ambulans, keranda jenazah, dan CCTV, harus diverifikasi secara cermat oleh penyidik untuk menemukan kesesuaian fakta. Selain itu, terkait spekulasi yang menyebutkan korban adalah kepala rumah tangga (Karumga) mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, pihak kepolisian menyatakan masih dalam tahap penyelidikan untuk memastikan identitas pasti korban.
Sebagai informasi, Sutrimo ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri pada Kamis (23/7) lalu. Ia kemudian dilarikan menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring, namun setibanya di sana, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Informasi awal yang beredar luas menyebutkan bahwa korban ditemukan dengan kondisi mulut berbusa, menambah kompleksitas kasus ini. Penyelidikan mendalam dari internationalmedia.co.id akan terus mengawal perkembangan kasus ini.
