Kabar duka menyelimuti dunia pariwisata Indonesia setelah kawasan ikonik Gunung Bromo harus ditutup total. Kebakaran hutan yang meluas menjadi penyebab utama penutupan ini, memaksa Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bertindak cepat. Internationalmedia.co.id – News mengabarkan, bagi ribuan wisatawan yang sudah memegang tiket, TNBTS telah menyiapkan dua opsi solusi yang patut disimak.
Keputusan drastis ini mulai berlaku efektif sejak Sabtu, 8 Agustus pukul 22.00 WIB. Seluruh akses menuju kaldera Bromo, termasuk pintu masuk populer seperti Cemorolawang, Wonokitri, Jemplang, Coban Trisula, hingga Senduro, kini tidak dapat dilalui. Belum ada kepastian kapan kawasan ini akan kembali dibuka, mengingat skala dan intensitas kebakaran yang masih dalam penanganan.

Namun, ada angin segar bagi para calon pengunjung yang terlanjur membeli tiket. Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan kepada internationalmedia.co.id pada Minggu (9/8), bahwa pihaknya telah menyiapkan mekanisme khusus. "Bagi pengunjung yang sudah melakukan pembelian tiket masuk melalui aplikasi booking online untuk kunjungan selama masa penutupan, akan diberi kesempatan untuk penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian uang (refund)," ujar Rudijanta.
Proses pengajuan penjadwalan ulang atau pengembalian dana ini dirancang agar mudah diakses. Wisatawan cukup mengisi formulir khusus yang akan disediakan oleh pihak pengelola. Rudijanta menambahkan, "Informasi dan instruksi lengkap mengenai pengisian formulir akan dikirimkan langsung oleh petugas admin portal pemesanan. Pengunjung hanya perlu melengkapi formulir yang kami sampaikan melalui admin aplikasi booking online TNBTS." Ini menunjukkan komitmen TNBTS untuk memfasilitasi para wisatawan di tengah situasi sulit.
TNBTS menegaskan, penutupan akses ini bukan tanpa alasan. Prioritas utama adalah keselamatan pengunjung dan kelancaran operasi pemadaman api di area kaldera yang saat ini masih terus digencarkan. Tim gabungan terus berjuang memadamkan titik-titik api yang meluas, berharap Bromo dapat segera pulih dan kembali menyambut wisatawan dengan keindahan alaminya.
