Saturday, 25 March 2023

Saturday, 25 March 2023

Menkeu Dorong Peran Investor Muda pada 2023

Presiden Joko Widodo pada peresmian pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2023, Senin (2/1). Ikut hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar dan pejabat lainnya. (Foto: dok. Kemenkeu).

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan optimisme Pemerintah untuk terus membangun integritas dan kepercayaan terutama bagi para investor pemula dan investor muda terhadap pasar modal Indonesia tahun 2023. Hal itu disebabkan bursa saham secara global di tahun 2022 telah mengalami situasi yang sangat sulit sehingga banyak investor global yang mengalami kerugian.

“Seperti yang tadi disampaikan oleh ketua DK OJK Tahun 2022, dalam semua berita pada tanggal 31 di bursa besar negara-negara maju disebutkan tahun 2022 adalah tahun yang sangat brutal. Lebih dari Rp30 triliun kapitalisasi global hilang pada tahun 2022. Sehingga investor global bukan create value tapi losing value,” kata Sri Mulyani, pada peresmian pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2023, seperti dilanir dari laman Kemenkeu, Senin (2/1).

Sri Mulyani menekankan untuk terus meningkatkan integritas, akuntabilitas dan kredibilitas yang di dukung dengan pelaksanaan undang-undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang sudah ditetapkan. Dalam hal ini merupakan tangung jawab bersama antara Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) selaku Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk secara konsisten membangun fondasi sektor keuangan yang kuat, stabil, kredibel, akuntabel dan terpercaya.

“Ini adalah suatu tugas yang tidak mudah namun harus dilakukan. Ini juga merupakan tugas untuk menggapai potensi capital market yang begitu sangat besar di Indonesia,” ujarnya.

Sri Mulyani berharap, agar seluruh pemangku kepentingan termasuk KSSK dapat terus menjaga stabilitas ekonomi nasional sektor keuangann, termasuk perluasan akses jasa keuangan, peningkatan sumber pembiayaan jangka panjang untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan daya saing dan efisiensi bursa, serta meningkatkan instrumen serta regulasi di dalam mitigasi risiko dan perlindungan konsumen di sektor keuangan. “Penerapan prinsip aktivitas sama, resiko dan regulasi yang setara menjadi sangat penting,” ujarnya.

Lebih jauh Sri Mulyani  juga menyatakan bahwa kinerja pasar modal Indonesia yang sangat positif pada 2022 menjadi bekal yang bagus untuk memasuki 2023 di tengah suasana ekonomi dan keuangan yang masih menantang. “Kami berharap dengan capaian menutup tahun 2022 dengan sangat resilien ini adalah bekal yang bagus untuk memasuki 2023,” katanya.

Disampaikan Sri Mulyani,  2023 merupakan tahun yang akan terdapat banyak ujian sangat berat mulai dari mengendalikan inflasi global, mencegah resesi, serta termasuk meningkatkan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

Oleh sebab itu, pemerintah dan otoritas terkait sangat menekankan integritas, akuntabilitas, dan kredibilitas pada 2023, salah satunya melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memiliki tugas pada 2023 ini untuk menjalankan secara konsisten dalam membangun fondasi sektor keuangan yang kuat, stabil, kredibel, akuntabel, dan dipercaya.

“Ini adalah suatu tugas yang tidak mudah namun harus dilakukan. Ini juga merupakan tugas untuk menggapai potensi capital market yang sangat besar di Indonesia,” jelasnya.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media