Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, secara resmi menyerahkan satu unit kendaraan tangki air multifungsi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah. Penyerahan ini, seperti dilaporkan Internationalmedia.co.id – News, merupakan bagian dari dukungan krusial untuk mempercepat pemulihan pascabencana di wilayah tersebut. Acara penting ini berlangsung di Gayo Petro Hotel, Takengon, Aceh, pada Rabu, 8 Juli 2026.
Kendaraan inovatif ini diharapkan mampu memperkuat berbagai layanan dasar bagi masyarakat, mulai dari distribusi air bersih yang vital, penanganan cepat insiden kebakaran, hingga upaya pembersihan lingkungan yang terdampak. Mendagri Tito, didampingi Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Adwil) Kemendagri Safrizal ZA, menjelaskan bahwa pemilihan kendaraan berukuran lebih ringkas bukanlah tanpa alasan. Desainnya yang adaptif memungkinkan akses ke permukiman di kawasan pegunungan yang seringkali memiliki jalan sempit dan berkelok, kondisi yang sangat relevan dengan geografis Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Dalam keterangannya yang diterima internationalmedia.co.id, Mendagri Tito menekankan efektivitas kendaraan ini. "Bahkan bisa masuk ke permukiman. Kalau yang besar kan tidak bisa masuk. Untuk daerah pegunungan seperti ini, yang kecil lebih cocok karena jalannya berkelok-kelok," ujarnya. Ia berharap kendaraan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelayanan masyarakat selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi, baik dalam memenuhi kebutuhan air bersih maupun penanganan kondisi darurat yang mungkin timbul.
Sementara itu, Dirjen Adwil Safrizal ZA merinci spesifikasi kendaraan tangki air tersebut. Dengan kapasitas 4.000 liter, kendaraan ini dilengkapi sistem penyemprot bertekanan 3-4 bar yang mampu menjangkau area hingga sekitar 30 meter. "Jadi untuk permukiman juga bisa digunakan. Juga bisa digunakan untuk memenuhi air di huntara," jelas Safrizal. Spesifikasi ini memungkinkan kendaraan untuk mendistribusikan air bersih ke hunian sementara (huntara), membersihkan area terdampak bencana, serta menjadi alat bantu vital dalam pemadaman kebakaran.
Melalui dukungan sarana operasional strategis ini, Satgas PRR dan Kemendagri berharap pelayanan dasar kepada masyarakat terdampak bencana dapat berjalan lebih optimal. Ini sejalan dengan upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang sedang gencar dilakukan di Aceh Tengah dan Bener Meriah, memastikan warga mendapatkan kembali kehidupan yang lebih baik.
