Dukungan kuat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto kembali ditegaskan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, bersama Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyatakan komitmen mereka untuk terus menyempurnakan program ini melalui evaluasi berkelanjutan, bukan menghentikannya. Pernyataan ini disampaikan usai keduanya meninjau langsung pelaksanaan MBG di SD Negeri 168 Pekanbaru, Labuh Baru Barat, Payung Sekaki, Riau, pada Jumat (19/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Andre Rosiade dan Agung Nugroho juga menyempatkan diri meninjau dapur MBG atau Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) Payung Sekaki yang menjadi pemasok utama bagi sekolah-sekolah di sekitarnya. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, secara langsung menyaksikan dampak positif program MBG di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa manfaat program ini tidak hanya dirasakan oleh siswa penerima makanan bergizi, tetapi juga berhasil menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan roda ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM serta pemasok bahan pangan.

"Saya sudah bertemu ribuan bahkan jutaan masyarakat penerima manfaat. Mulai dari anak-anak, orang tua yang bekerja di SPPG, hingga UMKM yang memasok bahan makanan. Semua merasakan manfaatnya. Kalau ada kekurangan, tentu diperbaiki, bukan dihentikan," tegas Agung. Ia berjanji akan menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo melalui Andre Rosiade agar program MBG tetap dilanjutkan, mengingat niat mulia pemerintah untuk menyediakan gizi bagi anak-anak Indonesia.
Menurutnya, program ini pada dasarnya sangat baik. "Yang perlu dilakukan adalah penyempurnaan, mulai dari anggaran, ketepatan sasaran hingga kualitas layanan. Semua program besar pasti membutuhkan proses," imbuhnya.
Senada dengan Agung, Andre Rosiade menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan terkait implementasi MBG. Namun, ia menekankan bahwa evaluasi yang dilakukan bertujuan untuk menyempurnakan program agar semakin efektif dan terhindar dari potensi penyimpangan.
"Presiden sudah menginstruksikan kabinet untuk memperbaiki MBG supaya lebih tepat sasaran, tidak ada kebocoran dan tidak ada yang menjadikannya bancakan. Kalau ada yang kurang, tentu kita perbaiki bersama," jelas Andre. Untuk memastikan aspirasi masyarakat, Andre juga berdialog langsung dengan para wali murid dan siswa SD 168 Pekanbaru. Mayoritas peserta menyatakan keinginan kuat agar program MBG tetap berjalan.
Ketua DPD Gerindra Sumbar itu menambahkan, anggaran MBG merupakan hasil efisiensi APBN yang dilakukan oleh Presiden Prabowo. Dana efisiensi ini tidak hanya dialokasikan untuk MBG, tetapi juga untuk sektor pertanian, pembangunan irigasi, perbaikan sekolah, puskesmas, rumah sakit, hingga infrastruktur dasar di berbagai daerah. "Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. MBG adalah bagian dari upaya pemerintah menciptakan generasi yang sehat, cerdas dan bebas stunting," tegas Andre.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Kepala SD Negeri 168 Pekanbaru, Landriani Nurdin. Ia menyatakan bahwa program MBG telah memberikan manfaat nyata dan besar bagi para siswa di sekolahnya. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Prabowo, Pak Andre Rosiade dan Pak Agung Nugroho. Kehadiran MBG sangat membantu anak-anak kami dan membawa manfaat besar bagi sekolah," pungkas Landriani.
