Suasana tegang menyelimuti kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada Rabu malam, ketika seorang mahasiswa diduga menjadi pelaku pelecehan verbal digeruduk oleh puluhan rekan mahasiswa. Peristiwa dramatis ini, yang terekam dalam video viral, kini menjadi sorotan publik. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa insiden tersebut berujung pada pengamanan terduga pelaku oleh pihak kepolisian.
Rekaman video yang beredar luas di platform media sosial, khususnya melalui akun Instagram @beritasemaranghariini, menunjukkan kerumunan mahasiswa mengepung area pos satpam. Terduga pelaku, yang identitasnya belum dirilis, dilaporkan bersembunyi di dalam pos tersebut, enggan keluar menghadapi massa yang menuntut pertanggungjawaban. Situasi mencekam ini menarik perhatian luas dan memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet.

Dugaan pelecehan ini terungkap setelah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang berisi konten verbal tidak pantas tersebar di kalangan mahasiswa. Terduga pelaku diduga melancarkan aksi pelecehan tersebut kepada seorang pelanggan yang menggunakan layanan jasa titip (jastip) miliknya. Modus operandi ini menambah kompleksitas kasus, mengingat interaksi awal adalah transaksi layanan.
Kompol Ni Made Sriniti, Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pelayanan Perempuan dan Anak (PPO) Polrestabes Semarang, mengonfirmasi insiden tersebut. "Memang benar ada kerumunan massa di Unnes kemarin malam, sekitar pukul 23.00 WIB," ujar Kompol Sriniti, seperti dikutip dari internationalmedia.co.id. Ia menambahkan bahwa demi alasan keamanan, terduga pelaku telah diamankan dan dibawa ke Polrestabes Semarang untuk proses klarifikasi lebih lanjut.
Sebelum diamankan, terduga pelaku sempat terlihat memberikan klarifikasi di hadapan beberapa mahasiswa, menyatakan penyesalan atas perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya. Namun, janji tersebut tidak menghentikan proses hukum yang kini sedang berjalan.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian untuk mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari berbagai pihak terkait. Pihak kampus Unnes sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden yang melibatkan mahasiswanya ini.
