Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Krisis Venezuela Ribuan Warga Tuntut Pembebasan Maduro
Trending Indonesia

Krisis Venezuela Ribuan Warga Tuntut Pembebasan Maduro

GunawatiBy Gunawati04-02-2026 - 12.00Tidak ada komentar2 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Krisis Venezuela Ribuan Warga Tuntut Pembebasan Maduro
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Ibu kota Venezuela, Caracas, bergejolak pada Selasa (3/2) ketika ribuan warga tumpah ruah ke jalanan untuk menuntut pembebasan mantan pemimpin mereka, Nicolas Maduro. Aksi ini digelar tepat sebulan setelah Maduro digulingkan dalam operasi militer Washington yang disebut mematikan, kemudian ditangkap oleh otoritas Amerika Serikat dan diterbangkan ke New York untuk menghadapi tuduhan narkoba.

Dengan semangat membara, para demonstran meneriakkan "Venezuela membutuhkan Nicolas!" saat mereka bergerak di sepanjang jalanan Caracas. Unjuk rasa besar-besaran ini, yang diserukan oleh pemerintah Venezuela, melibatkan barisan massa sepanjang beberapa ratus meter, diiringi truk-truuk yang memutar musik keras, menciptakan suasana yang penuh gairah.

Krisis Venezuela Ribuan Warga Tuntut Pembebasan Maduro
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Banyak peserta aksi adalah pekerja sektor publik, yang membawa foto-foto Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang juga ditangkap dalam operasi militer AS bulan lalu. Mereka mengenakan pakaian berwarna merah, simbol gerakan "Chavista" yang berkuasa, dan mengibarkan bendera Venezuela, menunjukkan identitas dan kesetiaan mereka terhadap ideologi yang diwariskan dari pendahulu Maduro, Hugo Chavez.

Putra Maduro, Nicolas "Nicolasito" Maduro Guerra, yang juga anggota parlemen Venezuela, dengan tegas menyatakan sentimen anti-imperialis yang mendalam di antara para pengunjuk rasa. "Orang-orang ini bukan orang Amerika," ujarnya, menambahkan, "Kita telah mencapai kesadaran anti-imperialis yang mendalam."

Di tengah gejolak ini, Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, berada dalam posisi yang sangat sulit. Ia berusaha menjaga dukungan dari Amerika Serikat, namun di sisi lain, ia juga harus mempertahankan kesetiaan para pengikut Maduro dalam pemerintahannya dan rakyat Venezuela secara keseluruhan, yang kini terpecah belah.

Jose Perdomo, seorang pegawai kota berusia 58 tahun yang ikut berunjuk rasa, mengungkapkan perasaannya yang campur aduk. "Kami merasa bingung, sedih, dan marah. Ada banyak emosi," katanya. Dengan nada penuh harap, ia menambahkan, "Cepat atau lambat, mereka harus membebaskan presiden kami."

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Rahasia Andrew Terkuak Istana Siap Buka Pintu

10-02-2026 - 18.45

Misteri Epstein Terbongkar Konflik Global Memanas

10-02-2026 - 18.30

Dunia Hancur Utusan Trump Beri Jawaban Tak Terduga

10-02-2026 - 18.15

Agenda Mendesak Netanyahu di Washington

10-02-2026 - 18.00

Iran Siap Encerkan Uranium Ini Syaratnya

10-02-2026 - 16.45

Hanya Dia Tahu Kunci Skandal Epstein

10-02-2026 - 16.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.